Pemkab Gorontalo Utara Awasi Pangkalan Elpiji 3 Kg yang Diduga Jual di Atas HET

Selasa, 16 Jun 2026, 04:00 WIB

Gorontalo - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo Utara Provinsi Gorontalo melalui Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) mengawasi pangkalan elpiji terutama yang menaikkan harga secara sepihak sehingga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk elpiji subsidi tiga kilo gram.

"Kami banyak menerima informasi tentang dugaan pangkalan yang menaikkan harga elpiji bersubsidi ukuran tiga kilo gram. Monitoring dan evaluasi di lapangan segera kita lakukan untuk menertibkan pangkalan terduga nakal," kata Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Pemkab Gorontalo Utara Mohammad Fader Zubedi di Gorontalo, Senin (15/6).

Ket. Foto: Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Pemkab Gorontalo Utara Mohammad Fader Zubedi memberikan keterangan di Gorontalo, Senin (15/6). — Sumber: Antara

Menurut dia, ada 310 pangkalan tersebar di 11 kecamatan di daerah itu, termasuk yang ada di wilayah kepulauan.

"Seluruh pangkalan kami monitor dan evaluasi terkait pelayanan dalam menyalurkan elpiji bersubsidi. Monitoring dan evaluasi dilakukan bekerja sama dengan pihak kecamatan dan desa,, serta aparat Babinsa dan Bhabinkamtibmas," katanya.

Sebelumnya pihaknya telah melakukan rapat bersama dengan dua agen penyalur elpiji bersubsidi di daerah itu.

Ini dilakukan dalam rangka menertibkan pendistribusian elpiji bersubsidi agar disalurkan benar-benar sesuai sasaran.

HET elpiji bersubsidi di Kecamatan Kwandang Rp20 ribu per tabung, wilayah kepulauan baik Kecamatan Ponelo Kepulauan maupun Desa Dudepo di Kecamatan Anggrek Rp23 ribu, sementara di wilayah timur di Kecamatan Atinggola dan Gentuma Rp22 ribu dan wilayah barat di Kecamatan Tolinggula dan Biau Rp22 ribu.

Jika ada pangkalan yang menaikkan harga, agar masyarakat segera melaporkan didukung fakta di lapangan.

Ia memastikan penyaluran elpiji bersubsidi di daerah itu sesuai kuota sehingga seharusnya tidak ada kesulitan bagi masyarakat sasaran untuk mendapatkannya.

"Kesulitan ataupun kelangkaan harusnya tidak ada, mengingat distribusi per bulan untuk setiap minggu penyaluran berlangsung sesuai kuota bagi daerah ini," katanya.

Tindakan pengendalian pun segera dilakukan dengan menerbitkan instruksi, untuk menyelesaikan secara keseluruhan agar penyelesaiannya tidak parsial atau hanya per pangkalan.

Pengendalian diharapkan segera menertibkan penjualan di atas HET, distribusi elpiji subsidi yang tidak tepat sasaran dan dugaan penimbunan yang dilakukan oleh oknum-oknum tidak bertanggungjawab.

Khusus wilayah Gorontalo Utara terdapat dua agen penyalur untuk 310 pangkalan, masing-masing mendapat kuota 45 ribu Metrik Ton (MT) per bulan dan 39 ribu MT per bulan.

Kuota ini sudah sesuai kebutuhan masyarakat sasaran, sehingga tindakan pengendalian akan dilakukan dalam rangka menertibkan dugaan-dugaan penyimpangan di lapangan.

  • Pemkab Gorontalo Utara

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.