Keiko Fujimori Siap Menjabat sebagai Presiden Peru

Rabu, 29 Jul 2026, 02:15 WIB

LIMA - Presiden terpilih Peru dari kubu sayap kanan, Keiko Fujimori, akan mulai menjabat pada Selasa (28/7), dan ia berjanji untuk mengatasi gelombang kejahatan yang melanda negaranya.

Fujimori memenangkan pemilihan presiden putaran kedua pada 7 Juni dengan selisih kurang dari 50.000 suara, setelah sebelumnya ia kalah dalam tiga pemilihan presiden.

Ket. Foto: Keiko Fujimori — Sumber: AFP CONNIE FRANCE

Perempuan berusia 51 tahun itu berhadapan langsung dengan tokoh sayap kiri, Roberto Sanchez, dan kampanyenya dibayangi oleh warisan politik kontroversial ayahnya, Alberto Fujimori, yang memerintah Peru pada era 1990-an. Alberto Fujimori dipenjara karena korupsi dan kejahatan terhadap kemanusiaan yang dilakukan selama apa yang dianggapnya sebagai perjuangan melawan terorisme.

"Ini adalah partai dengan akar populer yang dalam dan memiliki kehadiran dinamis dalam politik Peru, bahkan ketika kalah dalam pemilihan, karena kehadirannya yang tak terputus di Kongres," komentar Jeffrey Radzinsky, direktur konsultan politik GFP, tentang Partai Fuerza Popular pimpinan Fujimori.

Fujimori berkampanye dengan platform keamanan garis keras karena Peru menghadapi krisis keamanan terburuk dalam beberapa dekade, yang dipicu oleh penyebaran geng kriminal lokal dan asing yang melakukan pembunuhan berencana dan pemerasan. Dia mengusulkan pemberantasan kejahatan dengan mengusir orang-orang tanpa dokumen, mendirikan pengadilan dengan hakim anonim, dan membuat para narapidana bekerja untuk mendapatkan makanan mereka.

Presiden terpilih juga berjanji untuk mengatasi fenomena iklim El Nino, yang menurut para ahli meteorologi akan menjadi yang paling intens dan merusak sejak tahun 1998.

Fuerza Popular adalah kelompok terbesar di Kongres, tetapi kelompok sayap kanan masih belum mencapai mayoritas yang dibutuhkan untuk meloloskan inisiatif Fujimori.

Upacara pelantikan Fujimori akan dihadiri oleh para pemimpin termasuk Javier Milei dari Argentina, Jose Antonio Kast dari Cile, Rodrigo Paz dari Bolivia, Daniel Noboa dari Ekuador, dan Yamandu Orsi dari Uruguay.

Fujimori akan menjadi presiden kesembilan negara itu dalam satu dekade, menggantikan pemimpin sementara Jose Maria Balcazar dan ia akan memerintah hingga tahun 2031. SB/AFP/I-1

  • Peru
  • keiko fujimori

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP, Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Tingkatkan Efektivitas Pemadaman Karhutla Gambut, Polda Kalimantan Selatan Gunakan Cairan Tepung

Gunung Semeru Alami 21 Kali Gempa Letusan dalam Enam Jam, TNBTS Tutup Total Jalur Pendakian

Liga Inggris: Para Pesaing Arsenal Memburu Kebangkitan setelah Awal yang Sulit

Jaga Harga Bahan Pangan, Pemprov Sumut Inisiasi Gerakan Pangan Murah Serentak

MotoGP: Marc Marquez Berpeluang Kejar Martin di Aragon

BMKG Ingatkan Masyarakat Dampak Perubahan Cuaca hingga Gangguan Jarak Pandang di Beberapa Daerah

Serie A Italia: Inter Milan dan Para Pesaing Scudetto Bertekad Lanjutkan Awal Sempurna

Liga Champions: PSG Jumpa Lawan Berat, Hadapi Barcelona, Manchester City dan Aston Villa

Beberapa CCTV di Jakarta Dirusak saat Aksi Unjuk Rasa, Masyarakat Makin Waswas

Titik Temu Masa Lalu dan Masa Kini

Hasil Undian Liga Champions, Tim-tim Besar Saling Bertemu

Seleksi Khusus Kepala Desa, Pemkab Bekasi Tekankan Aspek Objektif

Carabao Cup: Chelsea ke Putaran Tiga setelah Kalahkan Luton Town 2-0

BMKG Prakirakan Sejumlah Kota Besar pada Jumat (28/8) Hujan dan Diselimuti Kabut Asap

Candi Muara Takus, Jejak Kehidupan Sriwijaya di Tepi Sungai Kampar

Pemprov Sulut Targetkan Inklusi Keuangan 95,11 Persen Tahun 2030

Arsenal Dapat Angin Segar dalam Perburuan Julian Alvarez, Transfer 2,77 Triliun Rupiah Terbuka

Bursa Transfer: Berstatus Bebas Transfer, Leon Goretzka Resmi Gabung Aston Villa

Hasil Liga Conference: Ajax Lolos ke Fse Grup Usai Taklukkan Sion 5-3, Maarten Paes Dicadangkan

Gebrakan Pramac Yamaha, Izan Guevara Resmi Kunci Tiket Emas MotoGP 2027

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.