Puluhan Orang Dikhawatirkan Terjebak di Mal Kota Kumamoto

Rabu, 29 Jul 2026, 02:45 WIB

TOKYO - Pihak berwenang pada Selasa (28/7) malam menyatakan bahwa banyak orang dikhawatirkan terjebak di sebuah pusat perbelanjaan yang terdampak gempa di, setelah gempa bumi besar merobohkan bangunan, memicu kebakaran, dan dilaporkan melukai lebih dari 100 orang.

Stasiun penyiaran swasta TBS melaporkan bahwa sejumlah besar orang dikhawatirkan tewas di dalam pusat perbelanjaan di Kota Kashima setelah petugas pemadam kebakaran menyatakan bahwa lantai dua bangunan tersebut runtuh akibat guncangan berkekuatan magnitudo 7,1.

Ket. Foto: Sejumlah warga keluar gedung dan menyelamatkan diri dengan duduk di sebuah lapangan terbuka tak lama setelah terjadi gempa dahsyat di Kota Kumamoto, Jepang, pada Selasa (28/7). Gempa dahsyat tersebut dilaporkan telah mengakibatkan sejumlah bangunan dan jembatan roboh serta memicu kebakaran. — Sumber: AFP/JIJI PRESS

Stasiun penyiaran NHK mengutip sumber kepolisian yang mengatakan bahwa antara 20 hingga 30 karyawan tidak dapat dihubungi.

Sementara pihak kepolisian mengatakan kepada AFP bahwa mereka belum dapat mengkonfirmasi adanya korban jiwa di dalam gedung tersebut.

Kyodo News melaporkan bahwa empat orang telah dilarikan ke rumah sakit, dan semuanya dalam keadaan sadar. Dua rumah sakit melaporkan telah menerima setidaknya 50 pasien yang terluka, menurut laporan NHK.

"Orang-orang berdatangan dengan luka bakar dan patah tulang akibat terjepit benda-benda saat gempa terjadi, dan ambulans terus-menerus membawa korban luka," lapor NHK mengutip pernyataan dari seorang pegawai rumah sakit. "Di dalam rumah sakit, terjadi kebocoran air dan gangguan pada sistem kelistrikan," imbuh dia.

Sejumlah orang juga diyakini belum diketahui keberadaannya di pabrik Japan Paper Industries, di mana bagian puncak cerobong asap runtuh, demikian laporan NHK yang mengutip sejumlah sumber.

“Satu orang tewas ketika sebuah rumah runtuh saat gempa terjadi,” lapor Kyodo.

Rekaman dari wilayah Kumamoto di bagian barat daya Pulau Kyushu yang sebelumnya ditayangkan NHK memperlihatkan beberapa titik kebakaran, jembatan yang rusak, kereta barang yang anjlok, serta sejumlah rumah yang tampak hampir roboh.

Gempa yang terjadi pada pukul 16.27 waktu setempat tersebut berkekuatan magnitudo 7,1 menurut Badan Meteorologi Jepang (JMA), namun mencapai tingkat tertinggi yaitu tujuh pada skala intensitas guncangan Shindo Jepang. Serangkaian gempa susulan terjadi setelahnya, termasuk satu gempa berkekuatan magnitudo 6,1 pada pukul 17.08.

Akibat gempa banyak jalan ditutup dan layanan kereta cepat Shinkansen di wilayah tersebut dihentikan sementara. Bandara Kumamoto sempat ditutup sebelum dibuka kembali pada Selasa malam.

"Kami masih mendata tingkat keparahan cedera dan kerusakan properti, namun saya telah menerima informasi bahwa sudah ada sejumlah korban luka," ujar Perdana Menteri Sanae Takaichi. "Pemadaman listrik dan kebakaran terjadi di beberapa wilayah, serta terdapat kerusakan pada jalan dan jembatan, juga bangunan yang runtuh," imbuh dia.

Peringatan Tsunami

Militer Jepang telah mengerahkan 3.600 personel untuk operasi penanggulangan bencana dan mengirimkan 20 pesawat guna memantau kerusakan dari udara, menurut keterangan Menteri Pertahanan.

Badan Meteorologi Jepang (JMA) awalnya mengeluarkan peringatan kemungkinan tsunami setinggi hingga satu meter, namun kemudian mencabut peringatan tersebut sekitar pukul 18.10.

Akibat gempa, rekaman video yang belum terverifikasi dan beredar di media sosial memperlihatkan bagian dinding Kastil Kumamoto yang berusia berabad-abad runtuh.

“Tidak ada kerusakan yang terdeteksi di pembangkit listrik tenaga nuklir,” menurut Otoritas Regulasi Nuklir.

Sekitar 45.000 rumah tangga dan fasilitas di wilayah Kumamoto mengalami pemadaman listrik, menurut perusahaan utilitas setempat, Kyushu Electric Power. Perusahaan tersebut juga menyatakan bahwa tiga reaktor nuklir yang beroperasi di wilayah itu pada saat kejadian berfungsi secara normal.

Kumamoto pernah dilanda dua gempa bumi dahsyat pada tahun 2016 yang menewaskan 273 orang dan melukai lebih dari 2.800 orang.

Jepang masih dihantui oleh ingatan akan gempa bawah laut dahsyat dengan magnitudo 9,0 pada tahun 2011, yang memicu tsunami yang menewaskan atau menyebabkan hilangnya sekitar 18.500 orang serta melumpuhkan pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima. AFP/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.