Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Nyarumkop Disiapkan Jadi Episentrum Wisata Baru di Singkawang

📅 Selasa, 16 Jun 2026, 18:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Nyarumkop Disiapkan Jadi Episentrum Wisata Baru di Singkawang Doc: ANTARA/Narwati.
Ket. Kawasan Agro-eduwisata Sawah Nyarumkop di Singkawang, Kalbar.

SINGKAWANG – Pengembangan kawasan wisata terpadu mencerminkan strategi untuk mengintegrasikan berbagai daya tarik, fasilitas, dan layanan dalam satu ekosistem yang saling mendukung.

Konsep ini tidak hanya meningkatkan kenyamanan dan lama tinggal wisatawan, tetapi juga memperbesar perputaran ekonomi melalui keterlibatan sektor perhotelan, kuliner, transportasi, hingga UMKM.

Dengan perencanaan yang terintegrasi dan berkelanjutan, kawasan wisata terpadu berpotensi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru sekaligus memperkuat daya saing destinasi di tingkat regional maupun nasional.

Pemerintah Kota Singkawang, Kalimantan Barat, mematangkan program pengembangan kawasan wisata terpadu di Desa Wisata Nyarumkop sebagai upaya menjadikan sektor pariwisata sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi baru yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sekretaris Daerah Kota Singkawang Dwi Yanti mengatakan, pengembangan kawasan wisata terpadu tersebut diarahkan pada penguatan potensi lokal sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat setempat.

"Kali ini fokus diarahkan pada penguatan kawasan terpadu berbasis potensi lokal agar manfaatnya langsung dirasakan warga," kata Dwi di Singkawang, Selasa (16/6).

Ia mengatakan keterlibatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan perbankan sangat penting untuk memastikan akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), kelompok sadar wisata (Pokdarwis), serta petani yang berada di kawasan wisata.

Menurut dia, dukungan dari OJK dan perbankan untuk menjadikan pariwisata sebagai salah satu motor penggerak ekonomi daerah sekaligus bagian dari program percepatan transformasi ekonomi.

Sementara itu organisasi perangkat daerah (OPD) terkait diminta menyiapkan dukungan regulasi, pembangunan infrastruktur, hingga strategi promosi, guna mempercepat pengembangan kawasan wisata terpadu.

Dwi menjelaskan Desa Wisata Nyarumkop dipilih karena memiliki potensi pertanian, panorama alam, dan kearifan lokal yang dapat dikembangkan melalui konsep "Agro Edu Wisata".

Melalui konsep tersebut, kawasan wisata akan memadukan edukasi pertanian, ekowisata, dan ekonomi kreatif, sehingga wisatawan tidak hanya menikmati keindahan alam, tetapi juga memperoleh pengalaman belajar sekaligus membeli produk-produk lokal masyarakat.

"Nyarumkop memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan sebagai kawasan wisata terpadu yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat, mulai dari sektor pertanian, UMKM hingga ekonomi kreatif," ujarnya.

Selain Nyarumkop, Pemkot Singkawang juga berencana mengembangkan kawasan Desa Wisata Batu Belimbing, khususnya penguatan aspek amenitas, atraksi, dan aksesibilitas.

Pemerintah Kota Singkawang bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) akan membenahi infrastruktur pendukung, seperti jalan akses menuju lokasi wisata, penunjuk arah, dan sistem drainase.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Kementan akan Kurangi Jumla...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
HUT Jakarta ke-499: Pemprov DKI Gratiskan Transportasi Umum 27-28 Juni 2026

HUT Jakarta ke-499: Pemprov DKI Gratiskan Transportasi Umum 27-28 Juni 2026

16 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.