Apakah AS Siap Berperang dengan Tiongkok?
📅 Minggu, 14 Jun 2026, 21:05 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SNamun, para peneliti berpendapat bahwa langkah-langkah ini tidak cukup untuk kawasan Indo-Pasifik atau untuk potensi perang di dua front. Mereka menekankan perlunya kontrak jangka panjang multi-tahun yang memungkinkan perusahaan pertahanan untuk mengamankan rantai pasokan yang stabil. Hal ini sangat penting terutama untuk motor roket padat dan komponen elektronik dan mekanik kompleks lainnya, di mana kapasitas produksi terbatas, dan basis pemasoknya sempit.
Isu penting lainnya adalah menjaga kesiapan platform militer. Pesawat tempur siluman seperti F-35, pesawat pembom B-2, pesawat angkut C-17, serta kapal induk, kapal perusak, dan kapal angkatan laut lainnya, banyak digunakan dalam operasi melawan Iran dan tetap penting untuk potensi konflik di wilayah lain, terutama Indo-Pasifik. Memastikan kesiapan mereka membutuhkan pendanaan berkelanjutan selama bertahun-tahun untuk pemeliharaan dan dukungan dari Pentagon dan Kongres.
Kesimpulannya, para analis memperingatkan bahwa perang dengan Iran sekali lagi telah mengungkap kelemahan dalam basis industri pertahanan AS. Jika masalah-masalah ini tidak segera diatasi, Amerika Serikat dapat menghadapi biaya yang jauh lebih besar dalam konflik masa depan dengan Tiongkok di Indo-Pasifik.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!