Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Apakah AS Siap Berperang dengan Tiongkok?

📅 Minggu, 14 Jun 2026, 21:05 WIB | Oleh:

Namun, artikel tersebut menekankan bahwa drone saja tidak cukup. AS dan sekutunya juga membutuhkan pesawat pembom dan pesawat tempur, termasuk B-21, B-2, B-1B, B-52H, dan F-35. Penerbangan taktis kemungkinan akan memainkan peran utama dalam konflik dengan Tiongkok setelah persediaan rudal jarak jauh habis.

Pada saat yang sama, pesawat berawak tetap bergantung pada pangkalan darat dan kapal permukaan yang berada dalam jangkauan ribuan rudal musuh, yang merupakan kerentanan utama, terutama dalam konflik dengan Tiongkok.

Amerika Serikat juga harus mempercepat pengembangan pesawat tempur gabungan berawak dan tanpa awak, termasuk YFQ-42A dan YFQ-44A.

Prioritas ketiga adalah rudal presisi jarak jauh. Menurut para analis, pada minggu pertama konflik Taiwan, AS dapat menggunakan 450–1.000 LRASM, 3.500–4.000 JASSM-ER, 3.000–5.000 JASSM, 400–600 SM-6, 400–1.000 Tomahawk, 250–400 PrSM, dan 400–800 rudal Harpoon.

Rudal jelajah AGM-158B JASSM-ER di bawah pesawat tempur F-35

Rudal jelajah AGM-158B JASSM-ER di bawah pesawat tempur F-35

Pengeluaran amunisi dalam konflik berkepanjangan kemungkinan akan sangat tinggi, sementara rudal LRASM dan JASSM konvensional berharga sekitar $2,5–3 juta per unit. Karena itu, Amerika Serikat perlu memperluas produksi amunisi jarak jauh yang lebih murah, termasuk Extended Range Attack Munition (ERAM), yang diperkirakan berharga sekitar $250.000 per unit.

Prioritas keempat adalah pertahanan udara dan rudal, termasuk pertahanan terhadap drone, rudal jelajah, rudal balistik, dan senjata hipersonik. Solusi yang dibutuhkan meliputi sistem gelombang mikro berdaya tinggi, senjata energi terarah, pencegat berbiaya rendah, pemrosesan data berbasis AI, sensor aktif dan pasif, sistem pertahanan udara bergerak, drone pencegat, umpan, pertahanan pasif, dan sistem anti-drone berbasis senjata.

Prioritas kelima mencakup kemampuan tambahan seperti komando dan kendali multi-domain, sistem perangkat lunak berbasis AI, kemampuan ruang angkasa dan anti-ruang angkasa, perangkat perang siber, dan sistem perang elektronik.

Langkah-langkah mendesak

Kesimpulannya, para penulis menekankan perlunya Amerika Serikat untuk sepenuhnya mendanai kontrak multi-tahun untuk amunisi penting, menjaga kesiapan pesawat dan kapal, memperkuat pertahanan pangkalan di kawasan Indo-Pasifik, dan menetapkan inisiatif presiden untuk mobilisasi industri nasional.

Sementara itu, pemerintahan Trump telah mengumumkan rencana untuk membangun kembali "gudang senjata kebebasan" dan menggeser basis industri pertahanan AS ke arah kesiapan perang. Secara khusus, Wakil Menteri Steve Feinberg membentuk Dewan Percepatan Produksi Amunisi pada tahun 2025 untuk meningkatkan produksi berbagai amunisi— mulai dari pencegat Patriot hingga rudal LRASM. Pemerintahan juga berupaya mereformasi sistem pengadaan yang lambat, mengurangi kendala regulasi, dan memperluas keterlibatan sektor swasta.

Studi ini juga menyoroti ketergantungan AS pada China untuk mineral penting yang dibutuhkan oleh industri pertahanan. Amerika Serikat sudah menimbun material ini di bawah program Vault dan juga mengamankan akses melalui perjanjian dengan negara lain, termasuk kepemilikan saham dalam proyek pertambangan di Republik Demokratik Kongo.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Portugal Tersingkir, Cristi...
Luar Negeri
Kapal Penjaga Pantai Jepang...
Luar Negeri
Serangan Teroris di Pakista...
Piala Dunia, Argentina Lolos dari Lubang Jarum, Tunjukkan Mental Juara

Piala Dunia, Argentina Lolos dari Lubang Jarum, Tunjukkan Mental Juara

08 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.