Media Intelligence Kian Krusial untuk Memahami Perilaku Konsumen dan Opini Publik
📅 Minggu, 14 Jun 2026, 16:02 WIB | Oleh: Haryo BronoJAKARTA – Di era digital yang ditandai dengan derasnya arus informasi dan cepatnya perubahan opini publik, kemampuan perusahaan dalam memahami percakapan yang berkembang di berbagai platform menjadi semakin penting. Tidak hanya untuk menjaga reputasi, tetapi juga untuk membaca tren pasar, memahami kebutuhan konsumen, hingga merumuskan strategi bisnis yang lebih tepat sasaran.
Kesadaran akan pentingnya hal tersebut menjadi salah satu topik utama dalam sesi diskusi privat yang diselenggarakan Dataxet Sonar bersama Telkomsel pada 21 Mei 2026. Pertemuan yang merupakan bagian dari workshop rutin antara Dataxet Sonar dan para mitra strategisnya itu menjadi wadah untuk bertukar pandangan mengenai perkembangan media intelligence serta pemanfaatannya dalam menghadapi lanskap media yang terus berubah.
Dalam sesi tersebut, kedua perusahaan membahas berbagai tantangan yang dihadapi organisasi di tengah ledakan informasi digital. Saat ini, percakapan publik tidak hanya berlangsung di media massa konvensional, tetapi juga tersebar di berbagai platform digital dan media sosial yang bergerak dalam hitungan detik. Situasi tersebut membuat perusahaan perlu memiliki kemampuan untuk memantau, menganalisis, dan memahami informasi secara cepat agar dapat merespons isu secara tepat.
Media intelligence menjadi salah satu pendekatan yang semakin banyak digunakan oleh perusahaan untuk menjawab kebutuhan tersebut. Melalui kombinasi teknologi pemantauan media, analisis data, dan pemetaan sentimen publik, organisasi dapat memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai bagaimana sebuah isu berkembang dan bagaimana masyarakat meresponsnya.
Dalam diskusi itu, Dataxet Sonar menyoroti pentingnya memahami konteks di balik data yang muncul di ruang publik. Menurut perusahaan, volume percakapan yang besar tidak selalu memberikan gambaran yang utuh jika tidak disertai analisis yang mendalam mengenai narasi, sentimen, dan faktor-faktor yang memengaruhi pembentukan opini publik.
Sebaiknya Anda baca juga:
Perwakilan kedua perusahaan juga membahas bagaimana media intelligence kini telah berkembang dari sekadar alat monitoring menjadi instrumen strategis yang dapat membantu organisasi mengambil keputusan berbasis data. Informasi yang diperoleh dari media dan percakapan digital tidak lagi hanya digunakan untuk mengukur eksposur sebuah brand, tetapi juga untuk mengidentifikasi peluang bisnis, mengantisipasi potensi krisis, dan memahami perubahan perilaku konsumen.
Sebagai bagian dari sesi tersebut, Dataxet Sonar turut memperkenalkan sejumlah peningkatan kapabilitas pada solusi media intelligence yang mereka kembangkan melalui DXT Solution. Berbagai pembaruan tersebut dirancang untuk membantu organisasi memperoleh insight yang lebih cepat, akurat, dan relevan di tengah semakin kompleksnya ekosistem media.
Melalui teknologi tersebut, perusahaan dapat melakukan pemantauan terhadap pemberitaan, percakapan media sosial, serta berbagai sumber informasi digital lainnya secara lebih terintegrasi. Hasil pemantauan kemudian diolah menjadi analisis yang membantu organisasi mengidentifikasi isu yang sedang berkembang, mengukur sentimen publik, hingga menemukan pola percakapan yang dapat menjadi dasar dalam penyusunan strategi komunikasi maupun bisnis.
Sebaiknya Anda baca juga:
Insights Head Dataxet Sonar, Prasetyo Katon, menjelaskan bahwa pengembangan DXT Solution dilakukan untuk menjawab kebutuhan tim komunikasi yang semakin membutuhkan insight yang tidak hanya cepat, tetapi juga memiliki konteks yang jelas.
“Melalui pengembangan DXT Solution, kami ingin membantu tim komunikasi tidak hanya mendapatkan data, tetapi juga memahami konteks di balik percakapan yang muncul. Enhancement yang kami hadirkan diarahkan agar proses membaca isu, sentimen, dan narasi publik menjadi lebih cepat, terstruktur, dan relevan untuk kebutuhan strategi brand,” ujar Prasetyo Katon melalui keterangannya pada hari Sabtu (13/6).
Menurutnya, tantangan terbesar yang dihadapi banyak organisasi saat ini bukan lagi kekurangan data, melainkan bagaimana menyaring informasi yang melimpah menjadi insight yang dapat digunakan untuk mendukung pengambilan keputusan. Oleh karena itu, kemampuan untuk menginterpretasikan data secara tepat menjadi aspek yang semakin krusial dalam pengelolaan komunikasi perusahaan.
Diskusi juga menyoroti pentingnya pendekatan yang lebih mendalam dalam memahami percakapan publik. Jika sebelumnya aktivitas monitoring hanya berfokus pada jumlah pemberitaan atau volume percakapan, kini organisasi dituntut untuk memahami alasan di balik munculnya sebuah isu serta dampaknya terhadap persepsi publik.
Pendekatan tersebut memungkinkan perusahaan untuk menjawab pertanyaan yang lebih strategis, seperti mengapa sebuah topik menjadi perhatian masyarakat, siapa kelompok audiens yang paling aktif membicarakannya, bagaimana sentimen berkembang dari waktu ke waktu, dan langkah apa yang perlu diambil untuk merespons situasi tersebut.
Bagi perusahaan besar yang berinteraksi dengan jutaan pelanggan, pemahaman terhadap dinamika opini publik menjadi faktor penting dalam menjaga hubungan dengan konsumen. Informasi yang diperoleh dari media intelligence dapat membantu perusahaan memahami kebutuhan pelanggan, mengevaluasi efektivitas kampanye komunikasi, hingga mengukur dampak dari berbagai kebijakan atau program yang dijalankan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!