UMKM Perlu Maksimalkan Momentum Piala Dunia

Jumat, 12 Jun 2026, 01:00 WIB

Kupang, NTT – Euforia Piala Dunia 2026 dinilai berpotensi mendorong perputaran ekonomi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), terutama di sektor kuliner, merchandise, dan industri kreatif.

Dikutip dari Antara, Pengamat ekonomi sekaligus Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Rolland E. Fanggidae, mengatakan ajang sepak bola terbesar dunia tersebut dapat menjadi momentum bagi pelaku usaha lokal untuk meningkatkan penjualan dan memperluas pasar.

Ket. Foto: Pembukaan Piala Dunia 2006 Mexico — Sumber: antara

"Euforia Piala Dunia 2026 ini sangat memberikan dampak bagi omzet UMKM, terutama yang bergerak di bidang kuliner, aksesoris, dan merchandise,"kata Rolland di Kupang, Kamis (11/6).

Menurutnya, penyelenggaraan Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli tidak hanya memberikan dampak ekonomi bagi negara tuan rumah, tetapi juga membuka peluang usaha di berbagai daerah, termasuk Indonesia.

Rolland menjelaskan perubahan pola konsumsi masyarakat selama perhelatan Piala Dunia berpotensi meningkatkan penjualan makanan dan minuman, terutama karena banyak pertandingan berlangsung pada malam hingga dini hari.

"Kafe, restoran, dan tempat-tempat nongkrong bisa mengoptimalkan potensi pendapatan mereka dengan menyesuaikan jam operasional mengikuti waktu siaran pertandingan. Ini menjadi peluang bagi pelaku usaha untuk meningkatkan keuntungan," ujarnya.

Selain sektor kuliner, meningkatnya antusiasme masyarakat terhadap tim-tim peserta juga diperkirakan mendorong penjualan berbagai produk merchandise, seperti jersey, kaus, aksesori, hingga pernak-pernik bertema sepak bola.

"Apalagi dengan fanatisme masyarakat terhadap tim-tim tertentu yang cukup tinggi, pasti rela untuk mengeluarkan uang membeli merchandise sebagai bentuk dukungan," katanya.

Di Kota Kupang, sejumlah pelaku industri kreatif dan usaha sablon lokal mulai memanfaatkan momentum tersebut dengan memproduksi berbagai merchandise bertema Piala Dunia 2026. Produk yang dibuat antara lain kaus bergambar negara peserta, pemain sepak bola, bendera, hingga slogan dukungan untuk tim favorit.

Rolland menilai tren tersebut menunjukkan pelaku usaha lokal semakin jeli melihat peluang pasar yang muncul dari ajang olahraga berskala global.

"Saya sempat mengikuti beberapa anak muda Kupang yang membuat brand baju kaos lokal dan mereka juga menangkap peluang ini. Ini peluang yang bisa dimaksimalkan pelaku sektor industri kreatif untuk meningkatkan penjualan dan memperluas pasar ke depannya," ujarnya.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Eko S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.