Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ritual Adat Tiwah Sebagai Daya Tarik Wisata Budaya

📅 Jumat, 12 Jun 2026, 18:24 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ritual Adat Tiwah Sebagai Daya Tarik Wisata Budaya Doc: Antara
Ket. Arsip - Bupati Kotim Halikinnor (batik merah) saat menghadiri acara ritual adat di Desa Tumbang Boloi, Kecamatan Telaga Antang, beberapa waktu lalu.

Sampit - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah menyiapkan langkah menjadikan ritual adat Tiwah sebagai agenda budaya dan wisata rutin daerah.

“Saya minta (Tiwah) itu bisa menjadi agenda rutin, berkoordinasi dengan Majelis Daerah Agama Hindu Kaharingan (MD-AHK) Kotim supaya menjadi agenda tetap,” kata Bupati Kotim Halikinnor di Sampit, Jumat.

Tiwah merupakan upacara adat kematian tingkat akhir masyarakat Dayak di Kalimantan Tengah, khususnya bagi pemeluk Kaharingan. Ritual tersebut memiliki makna spiritual menyucikan sekaligus mengantarkan arwah leluhur menuju alam keabadian agar memperoleh ketenangan.

Halikinnor menyampaikan, selama ini pemerintah daerah telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan Tiwah melalui bantuan hibah keagamaan kepada kelompok masyarakat.

Namun ke depan, pelaksanaan ritual sakral masyarakat Dayak itu direncanakan masuk dalam agenda resmi daerah yang dikelola lebih terstruktur melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kotim bersama MD-AHK setempat.

Menurutnya, jika pelaksanaan Tiwah dibuat terjadwal dan dikemas secara baik, maka prosesi adat itu berpotensi besar menjadi daya tarik wisata budaya unggulan di Kotim. Wisatawan dari luar daerah dinilai berpotensi tertarik menyaksikan secara langsung rangkaian prosesi yang sarat nilai adat dan spiritual tersebut.

“Harapan kita itu bisa kita promosikan sebagai salah satu destinasi wisata, agar orang luar daerah bisa menyaksikan bagaimana prosesi Tiwah tersebut,” ujarnya.

Gagasan tersebut mendapat sambutan positif dari MD-AHK Kotim. Ketua MD-AHK Kotim Betly bahkan mengusulkan pelaksanaan Tiwah dapat dipusatkan di kawasan Kaharingan Center di Jalan Jenderal Sudirman Kilometer 2,7 Sampit.

Ia menilai, konsep pelaksanaan terpusat tidak hanya mempermudah koordinasi, tetapi juga berpotensi memberi dampak ekonomi bagi daerah melalui kunjungan masyarakat dari luar Kotim.

“Terkait dengan sentral pelaksanaan Tiwah, bisa saja nanti dilaksanakan di Kaharingan Center. Itu juga bisa membuat pemerintah daerah mendapat pemasukan dari pihak luar untuk menambah PAD,” ucapnya.

Selain Tiwah, MD-AHK juga berharap sejumlah ritual keagamaan lainnya dapat kembali dilaksanakan secara kolaboratif bersama pemerintah daerah. Salah satunya adalah Mamapas Lewu, ritual adat yang dipercaya sebagai prosesi pembersihan wilayah dan penolak bala dari marabahaya maupun wabah penyakit.

Di sisi lain, Kepala Disbudpar Kotim Ramadansyah menilai pengembangan wisata religi berbasis budaya lokal memiliki prospek sangat menjanjikan.

Menurutnya, Tiwah maupun Mamapas Lewu bukan hanya kegiatan keagamaan, tetapi juga bagian penting dari identitas budaya masyarakat Dayak di Kalimantan Tengah.

“Kalau melihat potensinya sebenarnya luar biasa. Itu merupakan kegiatan keagamaan yang juga erat kaitannya dengan kebudayaan dan bisa dikemas sebagai salah satu tujuan wisata,” tuturnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Pelaku Tawuran dan Bullying...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Migrasi Pengguna Pertamax Bisa Jadi Bom Waktu Fiskal, Pakar Beri Peringatan

Migrasi Pengguna Pertamax Bisa Jadi Bom Waktu Fiskal, Pakar Beri Peringatan

12 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.