Pogacar Masuk Jajaran Legenda Balap Sepeda Dunia
📅 Selasa, 28 Jul 2026, 06:57 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraPARIS - Pembalap Slovenia Tadej Pogacar kembali menegaskan statusnya sebagai salah satu pembalap sepeda jalan raya terbaik sepanjang masa. Pogacar memastikan gelar Tour de France 2026, sekaligus menyamai rekor lima gelar juara yang sebelumnya hanya dimiliki empat legenda balap sepeda dunia. Pada etape penutup di Paris, Minggu (27/7) malam waktu setempat, kemenangan etape menjadi milik Mathieu van der Poel setelah duel dramatis hingga garis finis.
Dengan keberhasilan ini, Pogacar bergabung bersama Jacques Anquetil, Eddy Merckx, Bernard Hinault, dan Miguel Indurain sebagai pembalap tersukses dalam sejarah Tour de France. “Saya benar-benar sangat bangga menjadi juara Tour de France untuk kelima kalinya. Meraih lima gelar adalah target besar saya dan kini tujuan itu telah tercapai,” ujar Pogacar.
Pembalap berusia 27 tahun tersebut praktis mengunci gelar setelah tampil dominan pada dua etape pegunungan terakhir yang berakhir di tanjakan legendaris Alpe d’Huez. Sepanjang edisi ke-113 Tour de France, Pogacar mengoleksi lima kemenangan etape dan mengenakan jersey kuning sejak memenangi etape keenam di Pegunungan Pyrenees.
Dominasi itu semakin memperkokoh catatan sejarahnya. Pogacar kini telah mengumpulkan 26 kemenangan etape, terbanyak keempat sepanjang masa di bawah Mark Cavendish (35), Eddy Merckx (34), dan Bernard Hinault (28). Ia juga mencatat 70 hari mengenakan jersey kuning, melampaui Miguel Indurain dan Chris Froome. Hanya Hinault (75 hari) dan Merckx (96 hari) yang masih berada di atasnya.
Tak hanya itu, Pogacar menjadi pembalap termuda yang mampu meraih lima gelar Tour de France, lebih muda dari setahun dibanding Merckx saat mencapai prestasi serupa. Ia juga menjadi pembalap pertama yang finis di podium Tour de France selama tujuh musim berturut-turut serta satu-satunya pebalap yang naik podium dalam sembilan Grand Tour secara beruntun.
Sebaiknya Anda baca juga:
Meski gelar keseluruhan telah berada dalam genggamannya, Pogacar tetap tampil agresif pada etape terakhir yang dipersingkat menjadi 88,7 kilometer akibat kebakaran hutan di wilayah barat daya Prancis. Ia melancarkan serangan bersama Mathieu van der Poel saat mendaki Montmartre, 10 kilometer menjelang finis.
Keduanya sempat meninggalkan rombongan utama, namun tenaga Pogacar mulai terkuras dalam 700 meter terakhir. Van der Poel memanfaatkan momen tersebut untuk melesat sendirian sebelum mempertahankan keunggulan tipis hingga finis. Pembalap Alpecin Premier Tech itu menang lewat photo finish dengan selisih hanya setengah panjang sepeda atas rekan setimnya, Jasper Philipsen, sementara Mads Pedersen finis ketiga. ben/AFP/G-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!