Pertamina Bersama ITS Kelola Sampah Pesisir lewat Kapal “Trash Skimmer”
📅 Rabu, 10 Jun 2026, 11:25 WIB | Oleh: Tim PenulisBADUNG – PT Pertamina (Persero) bersama Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya bekerja sama untuk mengelola sampah pesisir melalui pemanfaatan kapal otomatis (autonomous) trash skimmer.
Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Mochamad Iriawan, dalam peluncuran kegiatan di Pantai Sekeh, Badung, Bali, Rabu (10/6), mengatakan inovasi teknologi ini diharapkan menjadi solusi inovatif untuk melakukan pengumpulan sampah terapung secara lebih efektif, efisien, dan aman.
“Persoalan tentang sampah ini tidak hanya mengganggu keindahan pantai, tetapi juga menjadi ancaman serius bagi keberlanjutan lingkungan dan perekonomian Bali melalui sektor pariwisata yang menjadi tulang punggung ekonomi Bali,” kata Iriawan.
“Bagi industri, termasuk Pertamina, sampah laut juga merupakan risiko operasional, dimana sampah dapat mengganggu baling-baling kapal, menyumbat sistem pendingin peralatan dan mesin-mesin, sehingga berpotensi mengganggu kelancaran distribusi energi,” imbuhnya.
Lebih lanjut, kegiatan ini sekaligus merupakan implementasi nilai lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) Pertamina dan perayaan Hari Lingkungan Hidup Sedunia melalui pemanfaatan teknologi ramah lingkungan untuk pengelolaan sampah perairan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pada tahap awal Pertamina menargetkan pengurangan volume sampah pesisir di sekitar wilayah operasi The Patra Bali Resort & Villas dan AFT Ngurah Rai hingga sekitar 1 ton per tahun.
Sementara itu, untuk wilayah operasi TBBM Kotabaru, khususnya di Desa Semayap dan Desa Rampa, di Kalimantan, program ini ditargetkan mampu membantu mengurangi timbulan sampah pesisir hingga sekitar 20 ton per tahun.
Dengan panjang 8 meter dan desain lambung bersturktur catamaran dua lambung, kapal ini dilengkapi berbagai teknologi canggih seperti sensor ultrasonik, kamera, GPS, kecerdasan buatan (AI), hingga sistem monitoring real-time yang memungkinkan kapal mendeteksi dan mengumpulkan sampah secara efisien.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kapal juga menggunakan motor listrik yang didukung sistem hibrida dan panel surya sebagai sumber energi terbarukan sehingga mendukung prinsip operasi rendah emisi dan ramah lingkungan.
Keunggulan lainnya adalah keberadaan sistem jaring pengumpul sampah di bagian tengah kapal, mesin pencacah plastik untuk mendukung proses daur ulang, serta katrol elektrik berkapasitas 500 kilogram yang memudahkan proses pengangkatan sampah.
“Ke depan, program ini diharapkan menjadi model pengelolaan sampah perairan berbasis teknologi yang dapat direplikasi di berbagai wilayah operasi Pertamina yang berdekatan di wilayah pesisir di seluruh Indonesia,” kata Iriawan.
Selain lokasi pilot project trash skimmer di AFT Ngurah Rai/Patra Jasa Bali dan FT Kotabaru di Kalimantan, lokasi-lokasi potensi pengembangan lainnya akan dilakukan di Integrated Terminal Cilacap, Integrated Terminal Balongan, Fuel Terminal Maos, Fuel Terminal Ternate, Fuel Terminal Wayame, Fuel Terminal Parepare, Fuel Terminal Masohi dan FT Labuan Bajo.
Selain berkolaborasi dengan ITS, kegiatan ini juga turut menggandeng PT Patra Jasa, PT Pertamina International Shipping (PIS), pemerintah daerah, dan masyarakat pesisir.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!