Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kepulauan Seribu Mampu Olah Sampah Organik jadi Kompos Dalam 10 Jam

📅 Rabu, 10 Jun 2026, 16:05 WIB | Oleh:
Kepulauan Seribu Mampu Olah Sampah Organik jadi Kompos Dalam 10 Jam Doc: ANTARA/HO-Kabupaten Kepulauan Seribu
Ket. Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu meninjau inovasi teknologi "rapid composter" yang mampu mengolah sampah organik menjadi kompos dalam waktu sekitar 10 jam di Jakarta, Rabu (10/6).

JAKARTA -- Bupati Kepulauan Seribu Muhammad Fadjar Churniawan mengatakan saat ini Kabupaten Kepulauan Seribu mampu mengolah sampah organik menjadi kompos dalam waktu sekitar 10 jam melalui pemanfaatan inovasi teknologi rapid composter.

"Alhamdulillah, di Kepulauan Seribu memiliki rapid composter. Hasilnya, dari 50 kilogram sampah organik, hanya dalam durasi sepuluh jam sudah menjadi kompos yang bisa dimanfaatkan dengan baik," kata Fadjar di Jakarta, Rabu.

Dia mengungkapkan penerapan teknologi tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026, yang menitikberatkan pada pengurangan dan pengelolaan sampah dari sumbernya.

Dia pun menegaskan Kepulauan Seribu harus mampu mengelola sampah secara mandiri tanpa bergantung pada pengiriman sampah ke daratan.

Terlebih, menurut dia, kebersihan lingkungan menjadi faktor penting dalam mendukung sektor pariwisata, yang merupakan salah satu andalan perekonomian Kepulauan Seribu.

"Daerah pariwisata itu lingkungannya harus bersih dan penduduknya harus ramah. Kalau wisatawan datang berbondong-bondong, potensi ekonomi juga akan tumbuh. Masyarakat jangan hanya menjadi penonton, tetapi harus mampu menjadi pelaku ekonomi yang memenuhi kebutuhan wisatawan," ujar Fadjar.

Di sisi lain, dia mengapresiasi teknologi rapid composter, yang mampu mengolah sekitar 50 kilogram sampah organik menjadi kompos dalam waktu kurang lebih dari 10 jam dengan bantuan cairan starter.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu Achmad Hariadi menjelaskan rapid composter merupakan salah satu inovasi pengelolaan sampah organik yang mulai diterapkan di Jakarta.

"Kita menyaksikan teknologi baru yang diterapkan di DKI Jakarta. Penyelesaian sampah organik dalam waktu satu hari atau sekitar sepuluh jam bisa langsung menjadi kompos," tutur Hariadi.

Dia menyebutkan kompos yang dihasilkan melalui alat tersebut dapat langsung dimanfaatkan masyarakat untuk penghijauan dan penanaman tanaman di lingkungan rumah maupun fasilitas umum.

“Mekanisme pengelolaan dilakukan dengan mengumpulkan sampah organik yang telah dipilah dari warga setiap hari. Sampah organik yang sudah terpilah langsung dimasukkan ke rapid composter, diolah selama sekitar 10 jam dan menghasilkan kompos yang bisa dimanfaatkan langsung tanpa perlu dijemur kembali," ungkap Hariadi. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Rona
Nekat Bolos Wamil, Mino WIN...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.