Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BMKG Ungkap Penyebab Cuaca Jakarta Terasa Lebih Gerah, Diprediksi Berlangsung hingga September 2026

📅 Rabu, 10 Jun 2026, 13:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
BMKG Ungkap Penyebab Cuaca Jakarta Terasa Lebih Gerah, Diprediksi Berlangsung hingga September 2026 Doc: Antara
Ket. Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan memberikan penjelasan dalam konferensi pers "Perkembangan Musim Kemarau Indonesia 2026" di Jakarta, Rabu (10/6).

Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut sejumlah hal yang mempengaruhi suhu udara di sebagian wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya terasa jauh lebih gerah atau sumuk beberapa hari terakhir, bahkan diprediksi berlangsung hingga akhir September mendatang.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan dalam konferensi pers "Perkembangan Musim Kemarau Indonesia 2026" di Jakarta, Rabu (10/6), mengatakan fenomena hawa panas tersebut dipicu oleh posisi kulminasi matahari yang bergerak tepat di atas cakrawala Pulau Jawa dan memang sedang dalam periode kemarau.

"Mengenai temperatur di DKI Jakarta itu akan terasa lebih sumuk kalau orang Jawa bilang, karena sekitar bulan September akhir hingga Oktober, posisi matahari itu persis melintas di sekitar wilayah atasnya Pulau Jawa," kata dia.

Dia menjelaskan sebelum memasuki fase lonjakan suhu ekstrem pada pengujung September tersebut, wilayah ibu kota akan terlebih dahulu dihadapkan pada karakteristik udara kering yang disertai berkurangnya tingkat kelembapan sepanjang Juli hingga Agustus.

Kombinasi antara penurunan kelembapan udara di pertengahan tahun dan kenaikan temperatur di bulan Oktober merupakan siklus iklim tahunan yang khas melanda kawasan hilir Pulau Jawa saat berada di pusat puncak musim kemarau.

Dampak dari fenomena El Nino tahun ini juga diproyeksikan mempertegas durasi cuaca panas tersebut, dimana wilayah Jabodetabek secara umum dipastikan mengalami periode musim kemarau yang berlangsung jauh lebih panjang dari kondisi normalnya.

Berdasarkan laporan yang dipaparkan BMKG dalam konferensi pers tersebut diketahui wilayah DKI Jakarta bagian utara dilaporkan sudah terlebih dahulu memasuki awal musim kemarau sejak bulan Mei lalu, sementara wilayah Jakarta bagian selatan baru menyusul masuk pada bulan Juni ini.

Selain berdampak pada anomali suhu dan perpanjangan musim kering, hantaman El Nino di wilayah ibu kota ini juga berimbas langsung pada penurunan kualitas udara akibat berkurangnya intensitas curah hujan.

Ardhasena menyebutkan bahwa minimnya hujan dalam beberapa bulan ke depan membuat lapisan atmosfer di atas Jakarta kehilangan instrumen alami untuk mencuci partikel polusi yang diproduksi oleh aktivitas transportasi harian hingga pabrik.

Oleh karena itu, BMKG mengimbau masyarakat di kawasan kota megapolitan ini untuk mengantisipasi perubahan pola cuaca dengan senantiasa menjaga kondisi kesehatan fisik, asupan makan-minum serta merujuk pada saluran informasi cuaca resmi pemerintah saat beraktivitas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.