Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pentagon Sebut Alibaba, Baidu, hingga BYD Membantu Militer Tiongkok

📅 Selasa, 09 Jun 2026, 08:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pentagon Sebut Alibaba, Baidu, hingga BYD Membantu Militer Tiongkok Doc: AFP
Ket. Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth berbicara SAAT konferensi pers di Pentagon pada 24 April 2026.

WASHINGTON - Amerika Serikat mengeluarkan daftar terbaru perusahaan-perusahaan Tiongkok yang diyakini membantu militer negara tersebut -- termasuk raksasa e-commerce Alibaba, penyedia mesin pencari Baidu, dan produsen kendaraan listrik BYD.

Departemen Pertahanan AS mengumumkan penetapan tersebut beberapa minggu setelah Presiden Donald Trump bertemu dengan pemimpin Tiongkok Xi Jinping di Beijing, dengan hasil kedua pihak berupaya menjaga stabilitas dalam hubungan bilateral.

Trump kemudian mengundang Xi untuk melakukan kunjungan balasan ke Washington pada bulan September.

Namun, rilis terbaru yang dikeluarkan Senin (8/6) ini dapat memicu ketegangan antara dua ekonomi terbesar di dunia itu.

Pembaruan terbaru dari Pentagon ini datang beberapa bulan setelah mereka sempat merilis—lalu menarik kembali—versi sebelumnya dari daftar tersebut tanpa penjelasan.

Daftar baru ini sebagian besar mirip dengan versi yang sempat diterbitkan pada bulan Februari, meskipun dua produsen chip memori dimasukkan kembali ke daftar hitam setelah sebelumnya dikeluarkan dari daftar tersebut.

Perusahaan yang ditambahkan kembali adalah ChangXin Memory Technologies dan Yangtze Memory Technologies.

"Daftar terbaru perusahaan militer Tiongkok ini merupakan peringatan bagi bisnis Amerika, semua tingkatan pemerintahan, dan rakyat Amerika," kata Perwakilan John Moolenaar, ketua Partai Republik dari Komite Pilihan DPR untuk Tiongkok.

Dalam sebuah pernyataan, ia mendesak perusahaan-perusahaan AS untuk "berhenti berbisnis dengan ancaman-ancaman terhadap keamanan nasional kita" atau berisiko "memungkinkan kebangkitan militer Tiongkok."

Perusahaan-perusahaan yang menjadi target juga mencakup beberapa raksasa teknologi utama Tiongkok yang terlibat dalam kecerdasan buatan, termasuk Alibaba, Baidu, dan Tencent. Tencent sendiri sebelumnya sudah pernah menjadi target.

Meskipun keputusan tersebut memiliki sedikit implikasi hukum langsung bagi banyak perusahaan, hal ini dipandang sebagai langkah yang dapat mendahului tindakan yang lebih bersifat menghukum.

Perusahaan lain yang ditambahkan termasuk perusahaan farmasi WuXi AppTec dan perusahaan rintisan Unitree, yang membuat robot humanoid.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Daerah
Helm Pintar Pendeteksi Kant...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Saham SpaceX Meroket, Elon Musk Jadi Triliuner Pertama di Dunia

Saham SpaceX Meroket, Elon Musk Jadi Triliuner Pertama di Dunia

13 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.