Terang Bersama Tenaga Surya, Enam PLTS Komunal Mengalirkan Energi untuk Kepri
📅 Minggu, 07 Jun 2026, 21:50 WIB | Oleh: Tim PenulisTANJUNGPINANG – Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) komunal kini menjadi salah satu solusi energi yang semakin diminati masyarakat.
Dengan memanfaatkan sinar matahari yang melimpah, fasilitas ini bisa digunakan bersama oleh warga untuk memenuhi kebutuhan listrik secara lebih hemat dan ramah lingkungan.
Selain membantu mengurangi ketergantungan pada energi fosil, PLTS komunal juga membuka peluang bagi masyarakat untuk menikmati akses energi yang lebih berkelanjutan di masa depan.
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) M. Darwin menyebutkan sebanyak enam Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) komunal/ terpusat sudah beroperasi menerangi warga di wilayah tersebut.
"PLTS komunal tersebar di Kota Batam tiga unit, lalu Kabupaten Lingga dua unit, dan Kabupaten Karimun satu unit," kata Darwin dihubungi di Kota Tanjungpinang, Minggu (7/6).
Sebaiknya Anda baca juga:
Dia menyampaikan PLTS komunal tersebut dibangun oleh PT PLN yang menyasar pulau-pulau terluar berpenghuni, namun belum menikmati penerangan listrik PLN.
Dia menyebutkan satu PLTS komunal bisa mengakomodir ratusan rumah tangga, seperti di Pulau Panjang Batam, mampu menjangkau 200-an kepala keluarga (KK).
Masing-masing KK, kata dia, mendapat jatah daya listrik PLTS sekitar 1.000 kWh, sehingga harus menyesuaikan dengan pemakaian rumah tangga.
"Warga perlu berhemat agar PLTS tetap menyala 1×24 jam. Pemakaian lampu, kipas angin hingga televisi harus diatur sedemikian rupa," ujarnya.
Lanjut Darwin menjelaskan PLTS komunal di Kepri menggunakan baterai sebagai komponen penyimpanan utama.
Sistem ini beroperasi secara off-grid yang menyerap energi matahari di siang hari, lalu menyimpannya di bank baterai, dan menyalurkannya untuk kebutuhan listrik masyarakat, terutama pada malam hari saat panel tidak berproduksi.
"Kita juga sudah menyiapkan mesin genset untuk penerangan warga pulau terluar, apabila PLTS tidak bisa menyerap energi matahari saat cuaca mendung/hujan di siang hari," ujarnya.
Darwin melanjutkan penggunaan PLTS bertujuan mendukung target transisi energi global menuju Net Zero Emission dengan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, lalu menekan emisi karbon secara drastis, serta meminimalkan jejak karbon operasional baik di sektor industri maupun perkotaan.
Menurut dia sistem operasional rutin PLTS lebih hemat dibanding menggunakan bahan bakar minyak (BBM), namun dari sisi investasi awal PLTS memakan biaya yang lebih besar untuk pengadaan panel surya hingga bank baterai.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!