Pelaksanaan TKA di Kota Bandung Berjalan Sesuai Prosedur
📅 Rabu, 08 Apr 2026, 23:27 WIB | Oleh: Tim PenulisJakarta - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat memastikan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMP di Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat berjalan sesuai dengan prosedur dan mekanisme yang sudah ditetapkan.
“Alhamdulillah, tadi saya perhatikan dan sudah masuk juga ke ruang tesnya, itu sudah sesuai, dan berjalan dengan baik, tidak ada pelanggaran-pelanggaran. Mudah-mudahan juga hari-hari berikutnya sama juga,” kata Atip dalam pernyataan tertulis di Jakarta pada Rabu.
Atip mengatakan tujuan pokok dari TKA adalah untuk mengetahui dan mengevaluasi kemampuan individual dari para siswa sesuai dengan kemampuan akademik murid.
Karena itu, ia berharap semua pihak dapat terus berkolaborasi dengan baik sehingga kedepannya pelaksanaan TKA terus mengalami peningkatan.
Pada kesempatan itu, Atip juga berpesan kepada para siswa yang mengikuti TKA untuk tidak perlu cemas dalam menghadapi TKA, utamanya adalah mempersiapkan diri dengan baik.
Sebaiknya Anda baca juga:
“TKA ini bukan penentuan kelulusan, tetapi untuk mengetahui kemampuan akademik masing-masing, jadi tidak perlu cemas. Makanya mengapa namanya bukan ujian, tapi tes, kalau ujian itu sudah terlalu banyak ujian kita dalam kehidupan ini, jadi tes saja namanya,” katanya.
Terkait dengan kesiapan pelaksanaan TKA jenjang SMP di Kota Bandung, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung Asep Saeful Gufron menjelaskan pihaknya telah mengantisipasi dengan melakukan pengecekan ke setiap sekolah, guna menunjang kelancaran TKA.
Hal ini karena tidak setiap sekolah dapat menjadi tempat pelaksanaan TKA, terdapat sekolah yang masuk zona blank spot internet.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Sekolah baik SD dan SMP, itu sudah dipastikan bahwa internet aman dan kita juga didukung oleh provider ya, supaya maksimal. Yang dulu 200 Mbps, kita maksimalkan menjadi 500 Mbps di tiap sekolah. Termasuk sebelumnya juga ada pelatihan, baik guru maupun ke siswanya,” kata Asep.
Sikap optimis pun ditunjukkan oleh salah satu peserta TKA bernama Zaskia siswa kelas 9D yang harus mengikuti ujian dengan kursi roda, karena baru selesai menjalani operasi tulang.
Ia menuturkan persiapan yang dilakukannya diantaranya ialah dengan latihan soal dan belajar bersama.
“Pastinya aku belajar, lalu mencari-cari soal, latihan-latihan soal, belajar bareng juga sama teman-teman, karena aku tidak terlalu bisa belajar sendiri, jadi ada teman yang mengajari aku kalau aku tidak bisa, kalau tidak bisa bertemu bisa melalui video call,” kata Zaskia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!