Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

MPM Perkuat Ekosistem Pembiayaan dan Asuransi untuk Dongkrak Penjualan

📅 Sabtu, 06 Jun 2026, 22:48 WIB | Oleh:
 MPM Perkuat Ekosistem Pembiayaan dan Asuransi untuk Dongkrak Penjualan Doc: Koran Jakarta - Haryo Brono
Ket. General Manager Corporate Communications & Sustainability MPMX, Natalia Lusnita (kiri), berfoto dalam acara MPM Media Gathering 2026: Fun Padel 7 Connect yang digelar di Jakarta, Sabtu (6/6). MPM memperkuat kolaborasi dengan perusahaan pembiayaan dan asuransi untuk menghadapi penurunan penjualan motor serta ketatnya kredit kendaraan.

JAKARTA – PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) tetap optimistis dapat mencatat pertumbuhan pendapatan pada 2026 meski industri otomotif menghadapi berbagai tantangan eksternal, mulai dari perlambatan ekonomi, ketatnya pembiayaan, hingga melemahnya daya beli konsumen.

Hal tersebut disampaikan General Manager Corporate Communications & Sustainability MPMX, Natalia Lusnita, saat menjawab pertanyaan media dalam acara MPM Media Gathering 2026: Fun Padel 7 Connect yang digelar di Jakarta, Sabtu (6/6).

Natalia mengungkapkan bahwa pada kuartal pertama 2025, pendapatan perusahaan mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, di tengah tekanan tersebut, MPM justru mampu meningkatkan profitabilitas secara signifikan.

“Secara pendapatan memang mengalami penurunan year-on-year karena adanya penyesuaian kondisi usaha. Namun profitabilitas meningkat hingga 99,1 persen dibanding periode sebelumnya,” ujarnya.

Di sektor distribusi sepeda motor, MPM mencatat penurunan sekitar 5 persen secara tahunan. Meski demikian, penjualan di tingkat ritel relatif stabil, menunjukkan adanya perbedaan dinamika antara pasar distribusi dan pasar konsumen akhir.

Sementara itu, segmen purna jual (after sales) menunjukkan kinerja yang beragam. Pada lini distribusi, bisnis purna jual tumbuh sekitar 4 persen secara tahunan. Sebaliknya, pada segmen ritel terjadi penurunan tipis sekitar 2 persen.

Secara keseluruhan, gabungan bisnis distribusi dan ritel mencatat penurunan pendapatan sekitar 3 persen. Namun, perusahaan masih mampu meningkatkan laba kotor atau gross profit sekitar 2 persen.

Menurut Natalia, pelemahan penjualan sepeda motor terutama dipengaruhi faktor eksternal. Salah satunya adalah kondisi ekonomi di Jawa Timur yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap sektor agrikultur.

“Pasar Jawa Timur cukup sensitif terhadap kondisi pertanian. Cuaca ekstrem seperti banjir maupun fenomena El Nino turut memengaruhi aktivitas ekonomi masyarakat dan berdampak pada penjualan kendaraan,” jelasnya.

Selain faktor cuaca, pengetatan pembiayaan juga menjadi tantangan tersendiri bagi industri otomotif. Proses persetujuan kredit yang semakin selektif membuat sebagian konsumen kesulitan mendapatkan pembiayaan kendaraan baru.

Untuk menghadapi kondisi tersebut, MPM memperkuat ekosistem bisnisnya melalui kolaborasi dengan perusahaan pembiayaan dan asuransi. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menawarkan paket penjualan yang terintegrasi dengan perlindungan asuransi melalui unit usaha MPM Insurance.

Natalia menambahkan bahwa konsumen saat ini cenderung lebih berhati-hati dalam membelanjakan uangnya. Ketidakpastian ekonomi dan fluktuasi nilai tukar menjadi faktor yang memengaruhi pola konsumsi masyarakat, meskipun dampaknya terhadap harga kendaraan belum terlalu signifikan.

Saat ini, bisnis MPM terbagi ke dalam dua segmen utama, yakni distribusi (business-to-business/B2B) dan ritel (business-to-consumer/B2C). Jaringan ritelnya didukung sekitar 297 outlet yang tersebar di Jawa Timur dan wilayah Indonesia bagian timur.

Di tengah kondisi pasar yang menantang, perusahaan tetap melanjutkan ekspansi jaringan. MPM telah membuka empat outlet di Dili, Timor Leste, serta menambah titik layanan di beberapa wilayah potensial seperti Labuan Bajo, Pulau Sumbawa, dan Jawa Tengah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Panglima TNI Imbau Masyarakat Tidak Mudah Terprovokasi Informasi yang Belum Terverifikasi.
    Preview komentar:
    Dahlah paling bener emg kudu dihimbau sih masyarakat ...
    Haturnuhun pak Agus, sim Kuring setuju Jeung bapak.
  • Dibayangi Eskalasi Geopolitik, 10 Agustus 2026
    Preview komentar:
    Fluktuasi nilai tukar Rupiah yang rentan terhadap kebijakan ...
  • Logistik Hijau Dinilai Kunci Menangkan Persaingan Industri
    Preview komentar:
    Inisiatif mulia dari Kementerian Kehutanan terkait optimalisasi rute ...
Ekonomi
Tanah Laut Ubah Sampah Jadi...
Rona
Marvel Studios Siapkan Film...
Megapolitan
Dinkes: Wabah ISPA Ancam Du...
KAI Beri Promo Diskon Tiket Kereta Spesial 17-an

KAI Beri Promo Diskon Tiket Kereta Spesial 17-an

11 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.