Bank Jakarta Berkomitmen Perkuat Ekosistem Perkotaan Lewat Financial Operating System
📅 Sabtu, 06 Jun 2026, 19:00 WIB | Oleh: Ilham SudrajatJAKARTA - Bank Jakarta menegaskan komitmennya untuk menjadi Financial Operating System yang menghubungkan berbagai elemen pembangunan kota. Guna mendukung terwujudnya Jakarta sebagai kota global yang inklusif dan berkelanjutan.
Komitmen ini disampaikan Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H Widodo, dalam kegiatan Urban Talks BUMD: Katalisator Kota, Akselerator Pembangunan, Jumat (5/6).
Acara ini menjadi bagian dari rangkaian Jakarta Future Festival 2026 di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat.
Menurut Agus, tantangan utama Jakarta saat ini bukan lagi terletak pada ketersediaan infrastruktur fisik maupun teknologi, melainkan bagaimana membangun keterhubungan yang lebih kuat di antara seluruh pemangku kepentingan kota.
“Jakarta tidak kekurangan gedung, jalan, maupun teknologi. Yang masih perlu diperkuat adalah keterhubungan antara warga dengan layanan, UMKM dengan pasar, investor dengan peluang, serta pemerintah dengan masyarakat,” ujar Agus.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menjelaskan, berbagai BUMD telah memainkan peran penting dalam mendukung kehidupan perkotaan. MRT Jakarta misalnya, berfungsi sebagai Mobility Operating System yang menghubungkan mobilitas warga.
Sementara Transjakarta menjadi platform transportasi publik dan PAM Jaya mengelola layanan air bersih. Dalam ekosistem tersebut, Bank Jakarta ingin mengambil peran sebagai penghubung sektor keuangan kota.
“Bank Jakarta ingin menjadi Financial Operating System bagi Jakarta, yang menghubungkan berbagai peluang dan kebutuhan masyarakat dalam satu ekosistem keuangan yang terintegrasi,” katanya. Untuk merealisasikan visi tersebut, Bank Jakarta menyiapkan empat strategi utama.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pertama, memperluas inklusi keuangan agar seluruh warga Jakarta dapat mengakses layanan keuangan formal secara mudah, aman, dan berbasis digital. Agus mengakui masih terdapat sebagian masyarakat yang belum terhubung dengan sistem keuangan formal sehingga membutuhkan pendekatan yang lebih luas dan inklusif.
Strategi kedua adalah memperkuat pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Menurutnya, dukungan kepada UMKM tidak cukup hanya melalui pembiayaan, tetapi juga harus mencakup akses pasar, digitalisasi usaha, serta penguatan rantai pasok.
“UMKM tidak hanya membutuhkan pinjaman, tetapi juga membutuhkan kesempatan untuk berkembang dan masuk ke dalam ekosistem ekonomi yang lebih besar,” ujar dia.
Langkah ketiga difokuskan pada perluasan akses pembiayaan perumahan melalui program housing inclusion.
Agus menilai kepemilikan rumah yang terjangkau masih menjadi tantangan besar bagi generasi muda Jakarta sehingga perlu menjadi perhatian dalam strategi pembangunan kota.
“Akses pembiayaan rumah harus menjadi bagian dari strategi kota karena banyak anak muda yang kesulitan menjangkau harga rumah di Jakarta,” kata dia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!