Polresta Mamuju Buru Aktor Intelektual Demo Ricuh di Kantor BWS
📅 Jumat, 05 Jun 2026, 05:38 WIB | Oleh: SriyonoMAMUJU - Polresta Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat, memburu aktor intelektual demo ricuh yang menyebabkan terjadinya penganiayaan terhadap seorang personel kepolisian di depan Kantor Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi V Mamuju.
"Dari hasil pemeriksaan terhadap AR (37), pelaku penganiayaan personel kepolisian terungkap dugaan adanya aktor intelektual dan penyandang dana di balik aksi demonstrasi di Kantor BWS itu," kata Kapolresta Mamuju Komisaris Besar Polisi Ferdyan Indra Fahmi, Kamis (4/6).
Unjuk rasa di depan Kantor BWS itu, katanya, diduga tidak lagi murni sebagai bentuk penyampaian aspirasi masyarakat.
Polisi menemukan indikasi adanya pihak ketiga yang memiliki kepentingan tertentu dan diduga menggerakkan massa untuk melakukan tekanan terhadap pihak Balai Wilayah Sungai Sulawesi V Mamuju
"Berdasarkan hasil pemeriksaan awal terhadap tersangka, aksi ini digerakkan oleh salah satu pengusaha atau kontraktor yang merasa kecewa karena tidak mendapatkan paket pekerjaan atau proyek di Kantor BWS tahun ini," jelasnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kontraktor tersebut diduga memobilisasi kelompok mahasiswa dan sejumlah elemen masyarakat untuk turun melakukan aksi demonstrasi.
Tersangka AR sendiri disebut ikut bergabung karena diajak oleh kerabatnya yang memiliki keterkaitan dengan kelompok tersebut.
Lebih jauh, penyidik juga menemukan indikasi adanya pemberian kompensasi finansial kepada peserta aksi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Uang tersebut diduga digunakan untuk menggerakkan massa agar ikut melakukan demonstrasi dan memberikan tekanan psikologis kepada pihak otoritas BWS.
"Ada indikasi kuat pemberian kompensasi atau pembayaran sejumlah uang dengan nilai tertentu, sekitar Rp100 ribu per orang, agar mereka mau turun ke jalan melakukan unjuk rasa," ujar Ferdyan.
Atas temuan tersebut, Polresta Mamuju memastikan penyelidikan tidak akan berhenti pada pelaku pemukulan semata.
Penyidik kini tengah melakukan pengembangan untuk mengungkap pihak-pihak yang diduga menjadi dalang, penyandang dana, hingga koordinator lapangan yang menggerakkan massa.
Kapolresta menegaskan komitmennya untuk menuntaskan kasus tersebut secara menyeluruh, dan memastikan seluruh pihak yang terlibat dalam aksi anarkis yang mengakibatkan anggota polisi menjadi korban dapat diproses sesuai hukum yang berlaku.
"Kami tidak akan berhenti di kasus penganiayaannya saja. Gelar perkara terus kami kembangkan ke arah aktor intelektual, penyandang dana serta koordinator lapangan yang memobilisasi massa hingga berujung anarkis," tegas Ferdyan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!