Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mempercepat Rehabilitasi Hutan-lahan dengan Melibatkan Kelompok Tani

📅 Jumat, 05 Jun 2026, 18:27 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mempercepat Rehabilitasi Hutan-lahan dengan Melibatkan Kelompok Tani Doc: Antara
Ket. Jajaran Dishut Kalsel menggelar rapat koordinasi untuk percepatan penanaman RHL Program RBP REDD+ GCF Output 2 di Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

Banjarbaru - Dinas Kehutanan (Dishut) Kalimantan Selatan (Kalsel) mempercepat penanaman untuk rehabilitasi hutan dan lahan Program Results Based Payment Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation (RBP REDD+) GCF Output 2 melalui penguatan koordinasi Kelompok Tani Hutan (KTH), pendamping, dan pengawas.

Kepala Bidang Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (PDASRHL) Dishut Kalsel Alip Winarto di Banjarbaru, Jumat, mengatakan para pemangku kepentingan memperkuat sinergi untuk mempercepat penanaman pada berbagai lokasi kegiatan di Kalsel agar target program dapat dicapai sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

“Selain membahas percepatan realisasi penanaman, kami mengevaluasi capaian pelaksanaan yang sudah berjalan di lapangan serta penyamaan persepsi terkait pemenuhan administrasi program yang menjadi bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan,” katanya.

Dishut Kalsel menegaskan keberhasilan program tidak hanya diukur dari realisasi fisik penanaman, tetapi juga kelengkapan dokumen pendukung sebagai bagian dari pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan yang harus dipenuhi oleh seluruh pihak terkait.

Dalam kesempatan tersebut Alip menyampaikan setiap kegiatan penanaman wajib didukung dokumentasi yang memadai, termasuk foto ber-geotag sebagai bukti pelaksanaan kegiatan di lapangan guna memastikan akurasi data serta mendukung proses peninjauan dan evaluasi program.

Ia menegaskan komitmen kelompok tani hutan sebagai pelaksana kegiatan menjadi faktor penting dalam pencapaian target program. Sementara pendamping dan pengawas lapangan diharapkan terus memberikan dukungan teknis dan administratif agar seluruh tahapan kegiatan berjalan sesuai ketentuan.

“Koordinasi yang baik antara KTH, pendamping, pengawas, dan pemerintah menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan rehabilitasi hutan dan lahan. Oleh karena itu seluruh pihak diharapkan dapat meningkatkan komitmen dan mempercepat pelaksanaan kegiatan sesuai target yang telah ditetapkan,” ujar Alip.

Dishut Kalsel berharap pelaksanaan Program RBP REDD+ GCF Output 2 pada tahun anggaran berjalan dapat lebih optimal dan tepat waktu sehingga seluruh target kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan yang telah direncanakan dapat direalisasikan sesuai ketentuan program.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Mobil Tabrak Kerumunan Oran...

Prosesi adat kansoda'a di Wakatobi

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Ekonomi
Neraca perdagangan Indonesi...
Nasional
Presiden Prabowo lantik Wan...
Olahraga
Fitriani/Fadona melaju ke f...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.