Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Voting Bipartisan DPR AS Putuskan untuk Menarik Pasukan dari Konflik Iran

📅 Kamis, 04 Jun 2026, 04:52 WIB | Oleh:
Voting Bipartisan DPR AS Putuskan untuk Menarik Pasukan dari Konflik Iran Doc: Istimewa
Ket. Pemungutan suara ini sebagian besar bersifat simbolis mengingat adanya veto presiden yang diperkirakan dan kurangnya mayoritas yang kebal terhadap veto.

WASHINGTON DC - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengalami kekalahan yang jarang terjadi di Dewan Perwakilan Rakyat pada hari Rabu (3/6) setelah Partai Demokrat, bersama dengan beberapa anggota Partai Republik, memberikan suara untuk secara drastis membatasi kekuasaan perangnya di Iran. 

Dari Fox News, para anggota parlemen memberikan suara 215-208 untuk menarik pasukan dari penggunaan kekuatan militer terhadap Iran tanpa otorisasi dari Kongres. 

Semua anggota Partai Demokrat yang hadir memberikan suara mendukung langkah tersebut untuk secara efektif menghentikan kampanye militer AS terhadap Iran. Sementara itu, anggota DPR Thomas Massie, R-Ky., Warren Davison, R-Ohio, Brian Fitzpatrick, R-Pa., dan Tom Barrett, R-Mich., adalah satu-satunya anggota Partai Republik yang menentang presiden dan mendukung resolusi kewenangan perang tersebut.

Massie, seorang penentang keras presiden yang kalah dalam pemilihan pendahuluan dari penantang yang didukung Trump, dan Davidson, seorang anggota parlemen yang berhaluan libertarian, telah mengkritik perang di Iran. Sementara itu, Fitzpatrick dan Barrett sama-sama menghadapi potensi kesulitan dalam upaya pemilihan ulang di distrik-distrik yang rawan perubahan haluan politik.

Namun, mayoritas anggota Partai Republik berpihak kepada presiden sementara Partai Demokrat berupaya mencatat pendirian mereka.

"Ini hanyalah pemungutan suara omong kosong belaka. Saya rasa tidak ada Demokrat maupun Republikan yang bisa memberi tahu Anda kekuatan apa yang ingin mereka tarik dari Iran," kata Ketua Komite Urusan Luar Negeri DPR, Brian Mast, R-Florida, kepada Fox News. "Mereka hanya menginginkan pemungutan suara politik yang bodoh, dan itulah yang terjadi."

Keberhasilan pemungutan suara terkait kewenangan perang sebagian besar merupakan kekalahan simbolis bagi Trump mengingat veto presiden yang diperkirakan akan terjadi dan kurangnya mayoritas yang kebal terhadap veto.

Sekalipun Kongres berhasil mengumpulkan mayoritas super untuk memaksa presiden mengambil tindakan, masih belum jelas apakah Trump pada akhirnya akan menarik pasukan AS.

Para pejabat pemerintahan Trump berulang kali berpendapat bahwa Resolusi Kekuatan Perang tahun 1973 yang mewajibkan pengawasan kongres terhadap tindakan militer adalah tidak konstitusional. 

Senat telah mengesahkan resolusi serupa yang membatasi kekuasaan perang presiden pada bulan Mei. Namun, Partai Demokrat di kedua kamar belum mendukung langkah bikameral yang dapat dikirim ke meja Trump. 

Pembelotan dari Partai Republik ini terjadi seiring dengan meningkatnya jumlah anggota Partai Republik yang mulai kecewa dengan penanganan perang oleh presiden. Selama berminggu-minggu, Trump telah mengemukakan potensi kesepakatan dengan Iran untuk mengakhiri permusuhan, tetapi kedua pihak terus saling melancarkan serangan di tengah negosiasi yang buntu.

Menurut jajak pendapat Fox News yang diterbitkan pada bulan Mei, sekitar enam dari sepuluh pemilih menentang aksi militer terhadap Iran. Namun, 72 persen responden mengatakan AS memenangkan perang tersebut.

Beberapa anggota Partai Republik berpendapat bahwa resolusi kekuasaan perang akan melemahkan upaya untuk mengakhiri konflik, yang menurut mereka sebagian besar telah mereda sejak gencatan senjata pertama diumumkan pada awal April.

"Saat ini sepertinya belum seperti perang," kata Anggota Kongres Abe Hamadeh, dari Partai Republik Arizona, kepada Fox News. "Saya tahu ada beberapa bentrokan kecil, tetapi kita harus memberi Presiden Trump keleluasaan untuk bernegosiasi."

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Dongkrak Kedatangan Turis, ...
Rona
Sering Melotot Belum Tentu ...
Daerah
RSUD Prambanan Ada Bau-bau ...
Daerah
Siswa Jalani Ujian Kenaikan...

Antisipasi Kemarau, Masa Tanam Dipercepat

31 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Antisipasi Kemarau, Masa Ta...
Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.