Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Demi Jinakkan Wabah Ebola yang Kian Meluas, Tiongkok Terbangkan Tim Ahli ke Kongo

📅 Selasa, 02 Jun 2026, 16:22 WIB | Oleh:

Organisasi internasional itu menyebut lebih dari 900 kasus suspek Ebola dilaporkan di Republik Demokratik Kongo, termasuk 223 kematian yang diduga akibat penyakit tersebut.

Otoritas kesehatan Kongo menyatakan kasus suspek baru terus ditemukan, dengan jumlah kumulatif lebih dari 1.000 kasus yang tercatat sejak wabah Ebola diumumkan pada 15 Mei.

Strain Bundibugyo Ebola saat ini terkonsentrasi di tiga provinsi di bagian timur Kongo, yakni Ituri, Kivu Utara, dan Kivu Selatan.

Wabah Ebola sebelumnya di DRC berakhir pada Oktober 2025.

Penyebaran Ebola di DRC dan Kongo disebut semakin parah karena Amerika Serikat menarik pendanaan dari WHO, membubarkan Badan Pembangunan Internasional AS (USAID), melakukan pemotongan di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS, dan sedang dalam proses mengurangi total bantuan kesehatan yang diberikan kepada DRC dan Uganda, negara-negara yang menjadi pusat epidemi.

Semua langkah tersebut telah melemahkan sistem kesehatan global yang sangat penting untuk respons yang efektif terhadap wabah seperti ini.

Para pejabat AS disebut baru mengetahui tentang wabah tersebut sembilan hari setelah WHO mengetahuinya, hampir sebulan setelah orang pertama meninggal.

Keterlambatan dalam mengkonfirmasi wabah tersebut sebagian disebabkan karena sampel dibawa ke laboratorium nasional di Kinshasa, Kongo, pada suhu yang salah. Tugas itu sebelumnya akan dikelola oleh USAID.

Kondisi itu sangat berbeda misalnya dengan wabah Ebola pada 2014, saat USAI menangani pendirian klinik, impor ambulans, menghubungi orang-orang dengan kasus yang dicurigai, dan menyediakan staf untuk fasilitas isolasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Jerman Guyur Ukraina Bantua...
Luar Negeri
Mesir Siap Turun Tangan Ban...
Advertisement
Final FIFA Asean Cup 2026 Indonesia vs Thailand: Skuad Garuda Unggul Produktivitas, Gajah Perang Andalkan Pengalaman

Final FIFA Asean Cup 2026 Indonesia vs Thailand: Skuad Garuda Unggul Produktivitas, Gajah Perang Andalkan Pengalaman

05 Oct 2026
Pilihan Pembaca
# 6
# 6
Desak dan 0,002 Detik yang Bersejarah
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.