Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BPOM Dorong Kebangkitan Jamu Nasional

3 Selasa, 02 Jun 2026, 16:20 WIB | Oleh:
BPOM Dorong Kebangkitan Jamu Nasional BPOM Dorong Kebangkitan Jamu Nasional Doc: RRI/Sasa Haniyah
Ket. (Dari kiri ke kanan) Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Taruna Ikrar, Profesor Sukardiman, dan Ketua Gabungan Pengusaha Jamu Indonesia Jony Yuwono usai Kick Off ‘Pekan Jamu 2026’ di Kantor BPOM, Jakarta, Selasa (2/6)

JAKARTA - Kepala BPOM Taruna Ikrar mengatakan Pekan Jamu Indonesia bertujuan memperkuat pengembangan dan penguatan jamu nasional. Ia menyebut terdapat tiga fokus utama, yakni sosialisasi, penguatan riset, dan hilirisasi jamu.

“Dari ketiga hal itu, pertama sosialisasi, yang kedua penguatan yang kita sebut dengan riset development. Dan yang ketiga adalah memberikan nilai tambah tentu ini membutuhkan kerjasama semua pihak,” ucap Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Taruna Ikrar usai Kick Off ‘Pekan Jamu 2026’ di Kantor BPOM, Jakarta, Selasa (2/6).

Menurut dia, jamu merupakan kekayaan budaya yang sangat berharga dan perlu terus disosialisasikan. Ia menegaskan kekayaan tersebut harus dipertahankan selama mungkin sebagai warisan bangsa Indonesia.

Taruna Ikrar mengatakan BPOM menginisiasi pengembangan riset dan pengembangan jamu bersama berbagai lembaga. Kerja sama dilakukan dengan akademisi, BRIN, serta sejumlah perguruan tinggi di Indonesia.

Ia menjelaskan hilirisasi jamu perlu dilakukan agar menghasilkan nilai ekonomi yang lebih besar. Menurutnya, sosialisasi, penguatan riset, dan nilai tambah membutuhkan dukungan seluruh pihak terkait.

Taruna Ikrar menegaskan BPOM, kementerian, akademisi, dan pelaku UMKM harus bekerja bersama. Ia berharap kebangkitan jamu Indonesia dapat terwujud melalui kolaborasi lintas sektor berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua Gabungan Pengusaha Jamu Indonesia, Jony Yuwono, menyatakan pihaknya mendukung Pekan Jamu Indonesia yang digelar BPOM. Menurut dia, Indonesia memiliki potensi besar karena sebagian besar herbal dunia berada di wilayah nasional.

Ia mengatakan kekayaan alam tersebut tidak hanya berupa bahan baku, tetapi juga budaya sehat. Budaya jamu, menurutnya, telah lama memanfaatkan berbagai tanaman untuk mendukung kesehatan masyarakat.

“Namun kekayaan alam tersebut bukan hanya sebagai bahan saja, tapi kita memiliki budaya, budaya sehat jamu. Dimana yang memanfaatkan tanaman-tanaman tersebut untuk diolah menjadi sesuatu untuk kesehatan masyarakat,” ujar Jony.

Jony menjelaskan Pekan Jamu Indonesia menjadi sarana memperkenalkan beragam bentuk produk jamu kepada masyarakat. Ia berharap kolaborasi akademisi, pelaku usaha, pemerintah, media, dan berbagai pihak mampu memperkuat masa depan jamu Indonesia.

Senada dengan itu, Profesor Sukardiman dari Universitas Airlangga menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan program ini. Ia menegaskan jamu Indonesia harus menjadi raja sekaligus tuan rumah di negeri sendiri.

Menurut dia, kemajuan pengembangan jamu memerlukan kolaborasi dan sinergi antara akademisi, pelaku usaha, serta pemerintah. Sebagai akademisi, ia mengaku terus mendukung program tersebut, termasuk melalui pengembangan riset herbal yang telah memperoleh berbagai paten.

“Sebagai seorang akademisi sangat mendukung program ini dan termasuk saya juga dengan bantuan atau juga support Badan POM. Patent research herbal saya mungkin tertinggi yang granted di Unair yang sudah paling tidak juga bisa bermanfaat,” kata Sukardiman. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
Olahraga
Harry Kane Rela Tukar Ballo...
Ekonomi
Banjir Rendam Lahan Bawang ...
Advertisement
Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.