Wamenkomdigi Ungkap Lansia Jadi Bagian Penting Transformasi Digital
📅 Minggu, 31 Mei 2026, 17:45 WIB | Oleh: Ilham SudrajatJAKARTA - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengatakan kelompok lanjut usia (lansia) menjadi bagian penting dalam transformasi digital nasional. Menurutnya, jumlah lansia yang mencapai sekitar 34 juta jiwa menunjukkan besarnya keterlibatan kelompok tersebut dalam perkembangan ekosistem digital Indonesia.
"Hal ini ditandai dengan proporsi penduduk lanjut usia, yaitu mereka berusia 60 tahun ke atas. Dengan sekitar 34 juta penduduk lansia, ini menunjukkan bahwa para lansia menjadi bagian penting dalam transformasi digital nasional," kata Nezar saat menyampaikan sambutan secara virtual dalam acara Talkshow literasi digital untuk Lansia dan pergelaran budaya, berupa wayang kulit dengan tema ‘Sapa Lansia: Tetap Terhubung, Bahagia dan Anti Gaptek’ di Auditorium Abdulrahman Saleh RRI, Jakarta, Sabtu (30/5).
Nezar mengatakan Indonesia saat ini mulai memasuki fase aging population atau populasi yang menua. Kondisi tersebut ditandai dengan jumlah penduduk berusia 60 tahun ke atas yang telah melampaui 10 persen dari total populasi nasional.
"Di tengah Indonesia mulai memasuki fase aging population atau populasi yang mulai menua. Hal ini ditandai dengan proporsi penduduk lanjut usia, yaitu mereka berusia 60 tahun ke atas, saat ini telah melebihi ambang batas 10 persen dari total populasi," ujar dia.
Ia menjelaskan perkembangan teknologi digital di Indonesia berlangsung sangat cepat dalam beberapa tahun terakhir. Seiring perkembangan tersebut, kelompok lansia juga semakin aktif memanfaatkan internet untuk berbagai kebutuhan sehari-hari.
Sebaiknya Anda baca juga:
Nezar menyebut internet digunakan lansia untuk berkomunikasi dengan keluarga, memperoleh informasi, mengakses layanan kesehatan, hingga menjaga hubungan sosial. Berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), tingkat penetrasi internet Indonesia telah mencapai 81,72 persen atau sekitar 235 juta pengguna.
"Saat ini lanskap digital Indonesia terus berkembang dengan sangat cepat. Berdasarkan hasil survei profil internet Indonesia oleh APJII, tingkat penetrasi internet Indonesia telah mencapai 81,72 persen atau sekitar 235 juta pengguna internet," ucap dia.
Meski demikian, Nezar menilai masih terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi lansia dalam memanfaatkan teknologi digital. Tantangan tersebut antara lain kemampuan menggunakan perangkat digital, memilah informasi yang benar, hingga menghadapi risiko hoaks dan penipuan daring.
Sebaiknya Anda baca juga:
Karena itu, pemerintah terus mendorong penguatan literasi digital bagi lansia agar dapat memanfaatkan teknologi secara aman dan nyaman. Upaya tersebut juga sejalan dengan agenda transformasi digital yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
"Namun demikian kami juga paham bahwa di tengah berbagai peluang itu masih ada sejumlah tantangan yang dihadapi para Lansia di era digital. Mulai dari keterampilan menggunakan perangkat digital, kemampuan memilah informasi yang benar, hingga risiko hoax, penipuan daring, dan berbagai ancaman di ruang digital," kata Nezar.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Komunikasi dan Digital (BPSDM Komdigi) Bonifasius Wahyu Pudjianto mengatakan literasi digital penting untuk membantu masyarakat mengenali informasi yang benar. Menurutnya, masyarakat perlu lebih cermat menghadapi berbagai bentuk informasi yang beredar di ruang digital.
"Terkait dengan literasi digital, ini penting sekali untuk memberikan kekuatan kepada masyarakat, agar mereka tidak terpapar oleh berbagai informasi yang sebenarnya tidak sesuai. Bisa disebut sebagai hoaks, misinformasi, disinformasi, ataupun juga malinformasi," ujar Bonifasius. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!