Roland Garros: Sabalenka dan Gauff Melaju, Sinner Pulang Lebih Cepat dari Paris
📅 Jumat, 29 Mei 2026, 07:55 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraPARIS — Kejutan besar mengguncang Prancis Open 2026 setelah petenis nomor satu dunia Jannik Sinner tersingkir dramatis di putaran kedua usai kolaps secara fisik saat menghadapi petenis Argentina Juan Manuel Cerundolo, Kamis (29/5) waktu setempat.
Sinner sebenarnya berada di ambang kemenangan mudah ketika unggul dua set dan memimpin 5-1 pada set ketiga. Namun petenis Italia itu tiba-tiba mengalami penurunan kondisi fisik drastis di tengah suhu panas ekstrem Paris.
Ia kehilangan 18 poin secara beruntun, tampak kesulitan bergerak, dan akhirnya menyerah dengan skor 3-6, 2-6, 7-5, 6-1, 6-1 di Court Philippe Chatrier.
“Saya mulai merasa sangat pusing dan kehilangan energi,” ujar Sinner.
“Saya bangun pagi ini juga sudah merasa kurang sehat dan mencoba memperpendek reli sebanyak mungkin.”
Sebaiknya Anda baca juga:
Petenis berusia 24 tahun itu sempat meminta medical time-out setelah mengaku ingin muntah dan mengalami pusing hebat di tengah pertandingan.
Meski kembali ke lapangan setelah mendapat perawatan, Sinner tidak mampu mengatasi kondisi fisiknya di bawah suhu 32 derajat Celsius.
Hasil ini menjadi kekalahan paling awal Sinner di turnamen Grand Slam sejak Prancis Open 2026 sekaligus mengakhiri rekor 30 kemenangan beruntunnya setelah sebelumnya menjuarai turnamen di Roma, Madrid, Monte Carlo, Miami, dan Indian Wells.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kekalahan tersebut juga membuat peluang Sinner melengkapi karier Grand Slam harus tertunda setidaknya hingga tahun depan, saat rival utamanya Carlos Alcaraz diperkirakan kembali dari cedera.
Sementara itu, Cerundolo mencatat kemenangan terbesar dalam kariernya dan memastikan tempat di babak 32 besar menghadapi petenis muda Spanyol Martin Landaluce.
“Saya sedikit beruntung dan merasa kasihan kepadanya,” kata Cerundolo.
Sorotan lain datang dari petenis Prancis berusia 17 tahun Moise Kouame yang menjadi pemain termuda mencapai putaran ketiga Grand Slam sejak Rafael Nadal di Wimbledon 23 tahun lalu.
Kouame mengalahkan wakil Paraguay Adolfo Daniel Vallejo lewat pertarungan marathon hampir lima jam dengan skor 6-3, 7-5, 3-6, 2-6, 7-6 (10/8).
“Sejujurnya tanpa kalian, saya tidak mungkin memenangkan pertandingan ini,” ujar Kouame kepada penonton tuan rumah.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!