Industri Kecil Diajak Masuk Ekosistem Mobil Listrik, Rantai Pasok Diperkuat
📅 Jumat, 29 Mei 2026, 10:05 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Penguatan rantai pasok industri kendaraan listrik menjadi kunci agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga pemain utama dalam ekosistem otomotif masa depan.
Upaya ini mencakup pengembangan industri baterai, pengolahan mineral, hingga peningkatan kapasitas manufaktur komponen di dalam negeri.
Dengan rantai pasok yang terintegrasi, biaya produksi dapat ditekan, investasi lebih menarik masuk, dan ketergantungan terhadap impor berkurang.
Selain memperkuat daya saing industri nasional, langkah ini juga membuka peluang penciptaan lapangan kerja dan mempercepat transisi menuju ekonomi hijau.
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat rantai pasok industri kendaraan listrik nasional, salah satunya dengan melibatkan industri kecil menengah (IKM) komponen otomotif dalam pengembangan ekosistem Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB).
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam keterangan dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (28/5), Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pemain utama dalam industri kendaraan listrik dunia.
Potensi tersebut didukung oleh kekayaan sumber daya alam, pasar domestik yang besar, serta komitmen pemerintah dalam mengembangkan ekosistem kendaraan listrik dari hulu hingga hilir.
“Pemerintah melalui Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 telah menegaskan komitmen terhadap pengembangan kendaraan listrik sebagai bagian dari agenda transisi energi, ekonomi hijau, dan industrialisasi nasional,” kata Menperin.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut Menperin, pemerintah terus mempercepat penguatan struktur industri KBLBB agar memiliki daya saing global sekaligus mampu memberikan nilai tambah optimal bagi perekonomian nasional. Karena itu, pengembangan ekosistem kendaraan listrik tidak hanya melibatkan industri besar, tetapi juga mendorong partisipasi aktif IKM nasional.
“Pemerintah berupaya agar ekosistem industri KBLBB tidak hanya diisi oleh pelaku industri besar, namun juga oleh industri berskala kecil dan menengah sehingga dapat terjadi proses transfer wawasan, pengetahuan, dan teknologi bagi pengembangan industri dalam negeri ke depan,” tegasnya.
Sebagai salah satu langkah konkret, Kemenperin melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) berkolaborasi dengan Direktorat Jenderal ILMATE, Kementerian Investasi/BKPM, PT SGMW Motor Indonesia, dan PT VKTR Teknologi Mobilitas menyelenggarakan kegiatan Penjajakan Peluang Bisnis IKM Alat Angkut dalam Rantai Pasok KBLBB di Cikarang, Jawa Barat pada 22 Mei 2026.
Kegiatan tersebut diikuti para pelaku IKM komponen otomotif, pemerintah daerah pembina IKM, asosiasi, serta industri komponen otomotif nasional. Agenda ini bertujuan membuka peluang kerja sama dan kemitraan strategis antara IKM dengan industri besar kendaraan listrik.
Direktur Jenderal IKMA Kemenperin Reni Yanita, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi sarana untuk mengidentifikasi peluang bisnis sekaligus memberikan pemahaman mengenai kebutuhan industri kendaraan listrik, termasuk aspek pemenuhan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
“Kami berharap kegiatan ini dapat membuka potensi kemitraan strategis antara IKM alat angkut dengan industri besar serta memberikan informasi mengenai kebutuhan komponen kendaraan listrik terhadap pemenuhan TKDN,” ujar Reni.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!