Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ekonomi AS Hanya Tumbuh 1,6 Persen, Inflasi Sentuh Level Tertinggi dalam 3 Tahun

4 Jumat, 29 Mei 2026, 05:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ekonomi AS Hanya Tumbuh 1,6 Persen, Inflasi Sentuh Level Tertinggi dalam 3 Tahun Ekonomi AS Hanya Tumbuh 1,6 Persen, Inflasi Sentuh Level Tertinggi dalam 3 Tahun Doc: AFP
Ket. Konsumen berbelanja daging pada 22 Mei 2026 di Chicago, Illinois.

Washington - Ekonomi Amerika Serikat (AS) tumbuh lebih rendah dari perkiraan awal pada kuartal pertama 2026, menurut data pemerintah yang dirilis pada Kamis (28/5). Di saat yang sama, indikator inflasi utama mencapai level tertinggi dalam tiga tahun terakhir akibat dampak perang di Timur Tengah.

Data tersebut menjadi peringatan atas tekanan yang sedang dihadapi rumah tangga di AS menjelang pemilu paruh waktu, ketika kenaikan harga bahan bakar mulai membebani anggaran masyarakat dan efek bantuan pengembalian pajak mulai memudar.

Produk domestik bruto (PDB) ekonomi terbesar dunia itu tercatat tumbuh pada laju tahunan 1,6 persen dalam tiga bulan pertama tahun ini, menurut Departemen Perdagangan AS.

Angka tersebut lebih rendah dibanding estimasi sebelumnya sebesar 2,0 persen. Penurunan itu terutama disebabkan revisi turun pada investasi dan belanja konsumen.

“Data terbaru menunjukkan pengeluaran jasa, khususnya layanan kesehatan, melambat dan persediaan bisnis turun lebih besar dari perkiraan sebelumnya,” kata ekonom Oxford Economics Michael Pearce.

Menurut Pearce, revisi turun pada belanja konsumen kuartal pertama ditambah perlambatan pada April menunjukkan bahwa konsumen mulai berada di bawah tekanan.

Ia merujuk pada laporan lain yang menunjukkan ukuran inflasi pilihan bank sentral AS atau Federal Reserve mengalami kenaikan tertinggi secara tahunan sejak 2023.

Indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) naik 3,8 persen dibanding setahun sebelumnya, meningkat dari 3,5 persen pada Maret, menurut Departemen Perdagangan AS.

Pengeluaran konsumsi pribadi warga AS naik 0,5 persen pada April, tetapi pendapatan pribadi setelah dipotong pajak justru turun 0,1 persen.

“Terlihat jelas bagaimana warga Amerika saat ini mulai tertekan secara finansial,” ujar Kepala Ekonom Navy Federal Credit Union Heather Long.

Pearce memperkirakan kenaikan harga energi kemungkinan akan membuat pertumbuhan ekonomi AS tetap moderat sepanjang tahun ini.

Biaya energi melonjak setelah serangan gabungan AS-Israel yang menargetkan Iran pada 28 Februari memicu konflik besar di Timur Tengah dan mendorong pembalasan Teheran yang nyaris memblokir Selat Hormuz.

Jalur laut strategis itu biasanya dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia, serta menjadi jalur penting perdagangan pupuk global.

Akibatnya, biaya energi global melonjak, termasuk harga bensin di AS yang naik tajam dan semakin membebani konsumen menjelang pemilu akhir tahun.

Data menunjukkan warga AS menghabiskan tambahan 28,8 miliar dolar AS untuk bensin dan produk terkait pada April dibanding periode yang sama tahun lalu.

“Perlu diingat bahwa 70 persen ekonomi AS ditopang oleh belanja konsumen,” kata Kepala Ekonom Internasional ING James Knightley dalam catatannya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...

Malaysia Benar-benar Menggunduli Indonesia

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Malaysia Benar-benar Menggu...
Megapolitan
Cari Solusi Problem Kota-ko...

Cadangan Gas Eropa Terendah Sejak 2013

1.5 jam yang lalu | Lukman

Luar Negeri
Cadangan Gas Eropa Terendah...
Nasional
Daya Beli Melemah, Penguata...

Anggaran Perumahan Jakarta Disiapkan Rp1,54 Triliun

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Anggaran Perumahan Jakarta ...
Advertisement
Terkonfirmasi, Jenderal LSP Ditahan di Rutan Mabes Polri   

Terkonfirmasi, Jenderal LSP Ditahan di Rutan Mabes Polri  

03 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.