Antisipasi Dampak Internet, DPRD DKI Minta Sekolah Perkuat Edukasi Kesehatan Reproduksi
📅 Jumat, 29 Mei 2026, 15:05 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohJAKARTA - Komisi E DPRD DKI Jakarta mengkaji usulan penambahan alokasi waktu khusus untuk edukasi kesehatan reproduksi di lingkungan sekolah. Langkah tersebut dinilai penting agar siswa memperoleh pemahaman yang memadai mengenai kesehatan reproduksi secara berkelanjutan dan terarah.
Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta, M. Subki, mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan DKI Jakarta terkait kemungkinan penerapan program tersebut di sekolah-sekolah.
Menurutnya, sekolah perlu memiliki ruang dan waktu yang cukup untuk menyampaikan edukasi kesehatan reproduksi kepada peserta didik. Materi tersebut dapat diberikan melalui kegiatan pembelajaran maupun aktivitas pendukung lainnya.
"Baik melalui kegiatan intra maupun ekstra," ujar Subki di DPRD DKI Jakarta, beberapa waktu lalu.
Subki menilai edukasi kesehatan reproduksi harus dilakukan secara berkesinambungan agar informasi yang diterima siswa dapat dipahami dengan baik. Dengan pendekatan yang konsisten, siswa diharapkan mampu memahami berbagai risiko dan tantangan yang dihadapi pada masa remaja.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kalau tidak bisa melalui intra, bisa melalui kegiatan ekstra," kata Subki.
Selain mendorong penguatan edukasi di sekolah, Komisi E DPRD DKI Jakarta juga menyoroti penggunaan gawai dan akses internet yang semakin luas di kalangan remaja. Menurut Subki, kondisi tersebut memerlukan perhatian serius dari orang tua maupun pihak sekolah.
Ia menilai akses internet yang tidak terkontrol dapat membuka peluang bagi remaja untuk mengakses berbagai informasi yang belum tentu sesuai dengan usia dan tingkat kedewasaan mereka.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Anak-anak bisa mengakses internet 24 jam tanpa pengawasan dan ini sangat berbahaya," tegas Subki.
Sementara itu, Konselor Kesehatan Jiwa dan HIV/AIDS, Dian Hariani Salamena, menilai metode penyampaian edukasi kepada remaja perlu disesuaikan dengan karakteristik generasi saat ini. Pendekatan yang tepat dinilai akan membuat pesan yang disampaikan lebih mudah diterima.
Menurut Dian, pengaruh teman sebaya memiliki peran yang sangat besar dalam membentuk perilaku dan pola pikir remaja. Karena itu, strategi edukasi juga perlu melibatkan pendekatan berbasis kelompok sebaya.
"Anak-anak sekarang lebih banyak mendengar teman sebaya dibanding orangtua," tutur Dian.
Komisi E DPRD DKI Jakarta berharap penguatan edukasi kesehatan reproduksi dapat menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan mendukung perkembangan remaja. Selain meningkatkan pemahaman siswa, program tersebut diharapkan mampu membantu mencegah berbagai permasalahan sosial yang berpotensi muncul akibat minimnya literasi kesehatan reproduksi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!