Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Setelah Drama Piala Afrika, Maroko Datang ke Piala Dunia dengan Ambisi Besar

📅 Rabu, 27 Mei 2026, 06:15 WIB | Oleh:
Setelah Drama Piala Afrika, Maroko Datang ke Piala Dunia dengan Ambisi Besar Doc: AFP
Ket. Achraf Hakimi.

PARIS, PRANCIS — Maroko pernah mencatat sejarah sebagai tim Afrika dan Arab pertama yang mencapai semifinal Piala Dunia pada edisi 2022 di Qatar. Kini, Atlas Lions datang ke Amerika Serikat dengan ambisi lebih besar, meski perjalanan menuju turnamen kali ini diwarnai drama dan gejolak internal.

Empat tahun lalu, Maroko mengejutkan dunia setelah menyingkirkan Spanyol melalui adu penalti di babak 16 besar dan mengalahkan Portugal yang diperkuat Cristiano Ronaldo di perempat final.

Perjalanan sensasional mereka akhirnya dihentikan Prancis di semifinal sebelum kalah dari Croatia pada perebutan tempat ketiga.

Pencapaian itu membuat Maroko tak lagi dipandang sebagai tim kejutan biasa. Jika sebelumnya mereka hanya sekali lolos ke fase gugur Piala Dunia, yakni saat mencapai 16 besar di Meksiko 1986, kini posisi mereka jauh berbeda.

Maroko saat ini menempati peringkat kedelapan dunia, berada di antara Belanda dan Belgia, bahkan dua tingkat di atas Jerman.

Ekspektasi publik pun meningkat. Pendukung Maroko kini ingin melihat tim nasional mereka tampil lebih menyerang dibanding gaya defensif yang sukses membawa mereka melaju jauh di Qatar.

Kesuksesan Maroko di Piala Dunia 2022 tidak lepas dari peran Walid Regragui. Namun pelatih tersebut meninggalkan jabatannya pada Maret lalu, hanya enam pekan setelah kekalahan dramatis dari Senegal di final Piala Afrika.

Dengan status tuan rumah, Maroko difavoritkan menjadi juara. Namun mereka gagal memanfaatkan peluang emas ketika Brahim Diaz gagal mengeksekusi penalti pada masa injury time di final yang berlangsung di Rabat.

Keputusan wasit memberikan penalti memicu kemarahan kubu Senegal hingga sebagian besar pemain mereka sempat meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes.

Pertandingan akhirnya dilanjutkan, tetapi Diaz yang terlihat kehilangan ketenangan gagal mencetak gol dari titik putih. Maroko kemudian kalah 0-1 setelah perpanjangan waktu.

Tekanan besar dari media dan publik membuat Regragui memilih mundur. Federasi kemudian menunjuk Mohamed Ouahbi sebagai penggantinya.

Ouahbi yang lahir dan besar di Brussels dipromosikan ke tim senior setelah sukses membawa Maroko menjuarai Piala Dunia U-20 pada Oktober tahun lalu.

Kontroversi belum berhenti. Beberapa hari setelah penunjukan Ouahbi, Konfederasi Sepak Bola Afrika mencabut gelar Senegal akibat aksi walk-off dalam final dan menyerahkan trofi kepada Maroko.

Keputusan itu memicu kemarahan Senegal yang kini menggugatnya ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS). Situasi tersebut menambah tensi menjelang Piala Dunia, meski kedua negara kemungkinan tidak akan saling bertemu di turnamen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

16 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.