Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Intervensi Stunting di Kepulauan Riau Terus Diperkuat

📅 Rabu, 27 Mei 2026, 15:40 WIB | Oleh:
Intervensi Stunting di Kepulauan Riau Terus Diperkuat Doc: ANTARA/Ogen
Ket. Wamendukbangga/Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka menyuapi anak balita di Jalan Sidojadi, Kota Tanjungpinang, Kepri, Selasa (26/5).

TANJUNGPINANG -- Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Wamendukbangga)/Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka menyebutkan intervensi stunting, khususnya di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), terus diperkuat melalui berbagai program strategis.

"Untuk angka prevalensi stunting di Kepri saat ini sudah 14 persen, di bawah prevalensi stunting nasional 19,8 persen. Mudah-mudahan ini bisa terus ditingkatkan, karena program untuk mengatasi stunting terus kita lakukan," kata Wamendukbangga Isyana di Kota Tanjungpinang, Selasa.

Wamendukbangga Isyana menyampaikan beberapa program pencegahan stunting bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (Kelompok 3B).

Program itu bertujuan memastikan sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), ibu hamil, ibu menyusui dan balita mendapatkan asupan gizi yang cukup guna mencegah anak stunting.

"Fase 1.000 HPK menjadi sangat krusial untuk mencegah kasus stunting," ujar Wamendukbangga Isyana.

Selain itu pihaknya terus melakukan partisipasi aktif melalui Gerakan Orang tua Asuh Cegah Stunting (Genting) dengan mengajak seluruh lapisan masyarakat, perusahaan swasta, dan BUMN/BUMD menyalurkan bantuan atau CSR kepada masyarakat berisiko stunting.

Bantuan yang dimaksud, lanjut dia, bisa berupa gizi tambahan, perbaikan jamban, perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), hingga penyediaan air bersih.

"Ini semua program kolaborasi pentahelix, karena pencegahan stunting membutuhkan peran serta semua pihak, mulai dari pemerintah, masyarakat, swasta, serta BUMN dan BUMD," kata Wamendukbangga Isyana.

Pihaknya juga melakukan pendataan keluarga bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk memetakan keluarga yang masuk kategori prioritas penanganan stunting, sehingga dapat diketahui mana yang masuk kategori C1, C2, dan C3, yang diprioritaskan bagi Keluarga Risiko Stunting (KRS).

Ia mengatakan KRS menjadi perhatian utama pemerintah, terutama yang masuk kategori "4 Terlalu", yakni terlalu muda, terlalu tua, terlalu banyak anak, dan jarak kelahiran yang terlalu dekat.

Demikian pula dengan kondisi lingkungan tempat tinggal juga menjadi perhatian, kata dia, seperti kelayakan rumah, ketersediaan jamban, dan sanitasi yang memadai.

"Hal-hal seperti ini yang harus diedukasi, sehingga anak bebas stunting," kata Wamendukbangga Isyana.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Asosiasi Ojek Online: Aturan Bagi Hasil 92:8 Persen Beri Dampak Nyata Pengemudi Ojol
    Preview komentar:
    Bener bang,,, potongan 8% itu hanya omon omon ...
    Betul tuh bang banyak bacot,,Lebel aja 8% hasil ...
  • Ketahanan Pangan Diperkuat Rp195,3 Triliun, Mampukah Harga Pangan Ikut Stabil?
    Preview komentar:
    Meskipun fokus RAPBN 2027 ini sangat kuat pada ...
  • Tenun Dinilai Menekraf Harus Ditampilkan Agar Nilai Ekonominya Berkembang
    Preview komentar:
    Langkah strategis Kementerian Ekraf dalam mensertifikasi desain tenun ...
Megapolitan
Solidaritas Sosial dengan K...
Megapolitan
Kondisi Perekonomian Jakart...
Insentif Motor Listrik Rp5 Juta Masih Tertahan, Tunggu Aturan Menkeu

Insentif Motor Listrik Rp5 Juta Masih Tertahan, Tunggu Aturan Menkeu

17 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.