Analisis Hitung-hitungan Finansial Tuan Rumah Piala Dunia 2026: Rugi atau Untung Besar?
📅 Rabu, 27 Mei 2026, 17:58 WIB | Oleh: OpikAS, Kanada, dan Meksiko
Pada setiap Piala Dunia, hampir semua biaya operasional untuk infrastruktur, keamanan, stadion dan lainnya dibebankan kepada tuan rumah.
Dalam "The structural deficit of the Olympics and the World Cup: Comparing costs against revenues over time", Martin Mueller, David Gogoshvili dan Sven Daniel Wolfe dari University of Lausanne memaparkan, di Piala Dunia, FIFA cuma menanggung pembiayaan untuk hadiah, penyiaran, dan pertiketan.
Menurut mereka, FIFA adalah pihak mengeruk pendapatan terbanyak dari bergulirnya Piala Dunia. Itu lantaran pemasukan dari hak siar, pertiketan, sponsorship, keramahtamahan dan perizinan lisensi selama Piala Dunia seluruhnya mengalir ke FIFA.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kondisi tersebut yang membuat tuan rumah mesti pintar-pintar dalam memanfaatkan peluang dari kantong-kantong lain di luar ranah FIFA.
Di Piala Dunia 2026, pengeluaran nasional Amerika Serikat (AS) yang menyelenggarakan 78 dari 104 pertandingan di 11 kota, termasuk final, mencapai sekitar 11,1 miliar dolar AS (kurang lebih Rp196,5 triliun). Harapannya, AS bisa meraup tambahan PDB senilai 17,2 miliar dolar AS.
Sektor yang menjadi tumpuan AS meningkatkan pemasukan dari Piala Dunia tentu saja pariwisata, selain tenaga kerja serta berbagai pelayanan publik.
Sebaiknya Anda baca juga:
Laman Oxford Economics menyatakan, jumlah kedatangan pengunjung internasional ke AS selama Piala Dunia 2026, 11 Juni-19 Juli, diperkirakan mencapai 1,24 juta orang.
Asosiasi Perjalanan AS memprediksi, setiap turis internasional akan mengeluarkan lebih dari 5.000 dolar per orang selama berada di negara tersebut atau 1,7 kali lebih banyak dari kunjungan reguler. Sekitar sepertiga dari jumlah turis yang datang diyakini dapat tinggal di AS selama lebih dari dua minggu.
Demi memberikan rasa aman pada pengunjung, Badan Manajemen Darurat Federal (FEMA) AS menggelontorkan dana sebesar kurang lebih 900 juta dolar AS.
Piala Dunia 2026 diprediksi bisa menyerap 185 ribu tenaga kerja AS. Federasi Sepak Bola AS menyatakan pula, Piala Dunia 2026 memberikan pendapatan 90 juta-480 juta dolar per kota penyelenggaraan di setiap negara tuan rumah.
Di Kanada, pemerintah setempat menganggarkan dana lebih dari satu miliar dolar AS (sekitar Rp17,7 triliun) untuk melaksanakan 13 pertandingan yang terbagi di Toronto dan Vancouver. Dana tersebut dimanfaatkan untuk perbaikan stadion, infrastruktur pendukung dan lain-lain.
Seperti halnya AS, Kanada pun mengedepankan pemasukan dari pariwisata selama Piala Dunia 2026. Pemerintah Kanada yakin turnamen tersebut menghadirkan sejuta turis, membuka ribuan lapangan pekerjaan dan menyuplai dua miliar dolar AS ke PDB mereka.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!