Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tingkat Kepercayaan Pasar pada Tata Kelola Ekonomi Nasional Merosot

3 Senin, 25 Mei 2026, 01:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi

“Tapi pertanyaannya adalah tidak semua pengusaha melakukan praktik tersebut, kenapa yang diambil semua praktiknya? Bagaimana nasib pengusaha yang sudah taat aturan? Apakah mereka ‘layak’ diberikan sanksi kebijakan serupa?” katanya.

Masalah utama sebenarnya justru ada pada kebocoran di internal bea cukai yang belum dibereskan. Ia menekankan pemerintah seharusnya fokus pada perbaikan sistem dan penegakan hukum, bukan memusatkan ekspor ke satu entitas BUMN.

“Ini ditemukan praktik underinvoicing, yang dikatakan fraud oleh Presiden, namun tidak ada tersangkanya. Siapa yang bermain, siapa yang diuntungkan, itu tidak terungkap. Justru yang diotak atik adalah praktik ekspornya yang terpusat, dan mengarah ke state capitalism, bukan pada pemberantasan praktik underinvoicingnya secara hukum,” tegas Nailul.

Secara teori, skema tersebut kata Nailul membuka risiko korupsi dan kepentingan politik dalam proses ekspor yang dijalankan BUMN Ekspor. Karena itu, pemerintah diminta melihat kebijakan ini secara komprehensif agar tidak merugikan dunia usaha.

Sementara itu, Konsultan dan perencana keuangan Elvi Diana menyarankan pemerintah untuk menyiapkan mitigasi dampak kebijakan tata kelola ekspor baru terhadap petani.

Dalam keterangan tertulisnya, pekan lalu, Evi mengatakan bahwa kebijakan ekspor satu pintu melalui badan usaha milik negara (BUMN) berpotensi mengubah mekanisme perdagangan yang selama ini berjalan berbasis persaingan antar pelaku usaha.

Penyesuaian itu menimbulkan kekhawatiran di kalangan industri dan eksportir mengenai potensi perubahan rantai distribusi, kepastian transaksi, hingga pembentukan harga di tingkat global.

“Pasar pada dasarnya sangat sensitif terhadap perubahan regulasi, terlebih yang menyangkut tata niaga ekspor komoditas strategis, seperti sawit. Ketika pemerintah mengumumkan pembentukan BUMN ekspor sebagai pengekspor tunggal, pelaku pasar langsung membaca adanya potensi perubahan besar dalam mekanisme perdagangan,” kata Elvi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Mantan Menlu Maladewa Ditan...
Megapolitan
Pemprov Jakarta Perkuat Kol...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Ekspor Indonesia ke China Tembus US$54,17 Miliar! Komoditas Apa yang Paling Diburu?

Ekspor Indonesia ke China Tembus US$54,17 Miliar! Komoditas Apa yang Paling Diburu?

03 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.