Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ogan Komering Ulu Ubah Sampah Menjadi Energi Alternatif Bernilai Ekonomi.

📅 Senin, 25 Mei 2026, 05:35 WIB | Oleh:
Ogan Komering Ulu Ubah Sampah Menjadi Energi Alternatif Bernilai Ekonomi. Doc: Antara Foto
Ket. Jajaran Pemkab OKU meninjau pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif di RDF Plant Jakarta atau Saringan Sampah TB Simatupang.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan (Sumsel), mengembangkan sistem pengolahan sampah jadi bahan bakar alternatif untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) wilayah setempat.

Bupati OKU Teddy Meilwansyah di Baturaja, Minggu, mengatakan pihaknya mengadopsi sistem teknologi pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif di RDF Plant Jakarta atau Saringan Sampah TB Simatupang untuk diterapkan di wilayahnya.

"Kunjungan kami ke RDF Plant Jakarta atau Saringan Sampah TB Simatupang pada Jumat (22/5) menindaklanjuti kerja sama dengan PT Asiana Technologies Lestary untuk melihat langsung proses pengolahan sampah di sana," katanya.

Dalam kunjungan tersebut ia melihat secara langsung cara kerja sistem pengolahan sampah yang mengubah sampah landfill menjadi bahan bakar pengganti bahan bakar fosil yang dibutuhkan industri semen.

Teknologi ini diklaim mampu mengolah sampah tanpa mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) maupun pungutan biaya pengolahan (tipping fee).

Selain mengurangi volume sampah yang menumpuk, skema kerja sama ini juga menawarkan nilai tambah bagi daerah.

Perusahaan akan menyewa lahan di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang disediakan pemerintah kabupaten, sehingga dapat menjadi sumber PAD baru.

"Sistem ini rencananya mulai diterapkan tahun ini di lahan TPA yang ada di Kabupaten OKU," jelasnya.

Melalui sistem ini, kata dia, volume sampah yang masuk ke TPA ditargetkan dapat berkurang drastis, sekaligus menjawab kebutuhan industri terhadap bahan bakar ramah lingkungan.

"Selama ini pengelolaan sampah masih konvensional dan membebani anggaran. Teknologi RDF ini menjadi solusi tepat, karena selain sampah berkurang, daerah juga mendapat pemasukan sewa lahan tanpa biaya operasional dari APBD," kata Bupati OKU Teddy Meilwansyah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

PBB akan Alokasikan Dana untuk 12 Krisis Kemanusiaan

22 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog denga...
Luar Negeri
PBB Serukan Negara-negara T...

Wabah Ebola Tewaskan Lebih dari 4.000 Warga di Kongo

45 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Wabah Ebola Tewaskan Lebih ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.