Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cegah Penipuan, Dispar DIY Imbau Wisatawan Waspada, Pesan Penginapan di Website Resmi

📅 Minggu, 24 Mei 2026, 14:18 WIB | Oleh:
Cegah Penipuan, Dispar DIY Imbau Wisatawan Waspada, Pesan Penginapan di Website Resmi Doc: Antara
Ket. Kepala Dinas Pariwisata DIY Imam Pratanadi

YOGYAKARTA - Dinas Pariwisata (Dispar) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengimbau calon wisatawan terutama yang akan berkunjung ke destinasi provinsi tersebut untuk memesan akomodasi atau tempat menginap melalui situs resmi guna mencegah praktik penipuan.

"Kita harus waspada ya, terutama teman-teman calon wisatawan agar kemudian memastikan bahwa pemesanan akomodasi itu dari situs-situs yang resmi," kata Kepala Dispar DIY Imam Pratanadi di Yogyakarta, Minggu.

Ia mengatakan jangan sampai calon wisatawan yang hendak menginap di Yogyakarta memilih akomodasi hanya dari informasi mulut ke mulut, yang kemudian akan bisa mengakibatkan dampak negatif atau jadi korban penipuan.

"Penipuan pasti karena ada kesempatan, apalagi seperti ini banyak orang yang memanfaatkan kondisi, misalnya di satu tempat pendakian di Gunung Merapi, di Kalitalang itu sudah bilang semua Indonesia pindah ke Kalitalang," katanya.

Menurut dia, pada momen liburan apalagi ada tempat destinasi yang viral di media sosial berdampak pada minat terutama wisatawan dalam negeri meningkat, sehingga kesempatan itu digunakan para oknum untuk melakukan penipuan.

"Tentu saja kami mengimbau agar kemudian wisatawan yang akan memanfaatkan sumber-sumber informasi, melalui sumber yang sudah terbukti bertanggung jawab. Karena kejadian sudah memang sangat masif belakangan ini," katanya.

Selain calon wisatawan, kata dia, bentuk kewaspadaan tentunya juga dilakukan oleh para industri pariwisata, dan tentunya pemerintah daerah juga ingin mengetahui apabila ada dan siapa yang kemudian bergerak memanfaatkan situasi.

"Apabila menemukan itu (penipuan) kita harap bisa menyampaikan kepada kami, kami minta peran sertanya gitu. Untuk kemudian apabila ada yang teridentifikasi gitu, ya itu bisa disampaikan," katanya.

Dia mengatakan, modus yang dilakukan penipu dalam akomodasi penginapan itu biasanya langsung menawarkan kepada calon, yang sebelumnya mereka mendapat informasi misalnya dari keluarga-keluarga yang akan kedatangan wisatawan itu.

"Atau mungkin mereka memasang iklan itu di media sosial. Itu sangat mungkin. Jadi tolong gunakan informasi yang memang sudah bertanggung jawab. Banyak penyedia informasi penginapan, akomodasi yang kemudian terpercaya untuk bisa dimanfaatkan," katanya.

Pemda DIY, lanjut dia, juga akan memberikan tindakan tegas apabila menemukan indikasi penipuan, bahkan apabila tertangkap tangan, pastinya sebagai penipu harus ditindaklanjuti dengan penegakan hukum.

"Tapi sampai sekarang pelaporan secara resmi belum ada ke kami. Dan kalau itu sudah ada, pastinya ada nomor telepon yang bisa kita usut, kita lacak, itu mungkin. Tapi akan lebih baik kalau ada pengaduan masyarakat," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Microchip Perbarui Ethernet Sensor Bridge untuk Perkuat Konektivitas Edge AI
    Preview komentar:
    Penyusutan dimensi perangkat hingga 60 persen yang dipadukan ...
  • Kartu Transportasi Bersubsidi Bocor, DPRD DKI Minta Data Diperketat
    Preview komentar:
    Membaca sorotan DPRD DKI mengenai kebocoran kartu transportasi ...
  • XLSMART Berhasil Raih Kinerja Solid Semester I 2026.
    Preview komentar:
    Keberhasilan XLSMART dalam memperluas cakupan 5G hingga 52 ...
Nasional
Korps Marinir Uji Roket MLR...

PBB: Tingkat Pengangguran Kaum Muda Dunia Meningkat

55 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
PBB: Tingkat Pengangguran K...
Persija dan Dewa United Jadi Lawan Brisbane Roar saat Tur Pramusim di Indonesia

Persija dan Dewa United Jadi Lawan Brisbane Roar saat Tur Pramusim di Indonesia

12 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.