Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kompleksitas Stadion-stadion Piala Dunia 2026: Dari Buatan ke Alami, NFL ke FIFA

📅 Jumat, 22 Mei 2026, 13:40 WIB | Oleh:
Kompleksitas Stadion-stadion Piala Dunia 2026: Dari Buatan ke Alami, NFL ke FIFA Doc: FIFA
Ket. Stadion New York New Jersey (Stadion MetLife), salah satu stadion yang dipakai untuk Piala Dunia 2026.

JAKARTA - Bukan tanpa alasan Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko disebut-sebut sebagai Piala Dunia paling kompleks sepanjang sejarah.

Karena berlangsung di tiga negara, untuk pertama kalinya sejak Piala Dunia pertama tahun 1930, jarak geografis antarstadion bisa sangat jauh, bahkan mencapai sekitar 4.500 kilometer kalau diukur dari Stadion BC Place di Vancouver, Kanada, sampai Stadion Hard Rock di Miami, Amerika Serikat.

Selain itu, jumlah peserta Piala Dunia 2026 juga paling banyak yakni 48 negara, meningkat 16 dari sebelumnya. Dengan demikian, jumlah laga pun meningkat menjadi 104 pertandingan.

Ratusan pertandingan Piala Dunia 2026 akan berlangsung di 16 stadion, di mana 11 di antaranya ada di Amerika Serikat (AS), tiga di Meksiko dan sisanya di Kanada.

Meski cuma belasan stadion, persiapan seluruh arena untuk Piala Dunia 2026 itu sama sekali tidak mudah, apalagi untuk stadion yang menggunakan rumput buatan atau artifisial.

Dari 16 stadion Piala Dunia 2026, ada delapan yang menggunakan rumput artifisial yakni Stadion MetLife (New Jersey, AS), Stadion AT&T (Dallas, AS), Stadion SoFi (Los Angeles, AS), Stadion Mercedes-Benz (Atlanta, AS), Stadion Gillette (Massachusetts, AS), Stadion Lumen Field (Washington, AS), Stadion NRG (Houston, Amerika Serikat) dan Stadion BC Place (Vancouver, Kanada).

Untuk stadion-stadion di AS, kompleksitas bertambah karena semuanya bukanlah stadion khusus sepak bola (soccer dalam sebutan setempat), melainkan untuk american football yang memiliki spesifikasi lapangan berbeda. Di AS, american football berada di bawah naungan National Football League (NFL).

Meski tidak ada angka resmi, The Global Statistics menyebut total biaya yang diperlukan untuk merenovasi 16 stadion Piala Dunia 2026 kurang lebih dua miliar dolar AS atau lebih dari Rp35 triliun.

Peningkatan kualitas stadion-stadion Piala Dunia 2026 juga melibatkan para ahli termasuk dari beberapa universitas di Amerika Serikat termasuk Michigan State University (MSU) dan University of Tennessee.

Akademisi-akademisi dan para pakar bekerja keras supaya setiap infrastruktur Piala Dunia 2026 sesuai dengan standar yang ditetapkan Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA).

Rumput

FIFA selalu menerapkan target tinggi untuk Piala Dunia karena turnamen empat tahunan itu menjadi acuan maksimal dalam pelaksanaan kompetisi lapangan hijau di seluruh dunia.

Stadion, yang menjadi pusat dari Piala Dunia 2026, sudah pasti mendapatkan perhatian khusus. Di Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko, persiapan stadion sudah bergulir mulai tahun 2022 atau sejak pengumuman 16 lokasi pertandingan Piala Dunia 2026.

Perkara rumput di semua stadion, mulai dari penumbuhan, pemasangan hingga perawatan diserahkan FIFA kepada ahli, salah satunya adalah John Sorochan, profesor dan seorang pakar rumput dari Universitas Tennessee.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Rona
Mulai 2027 Grammy Awards Ta...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Verifikasi Calon Penerima Program Bedah Rumah Capai 300 Ribu Unit

Verifikasi Calon Penerima Program Bedah Rumah Capai 300 Ribu Unit

17 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.