Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Undana Jadi Mitra Strategis UNICEF, Dorong Pengentasan Masalah Gizi di NTT

📅 Minggu, 12 Apr 2026, 20:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Undana Jadi Mitra Strategis UNICEF, Dorong Pengentasan Masalah Gizi di NTT Doc: Antara
Ket. Rapat pembahasan upaya pengentasan masalah gizi di Indonesia melalui pendirian Pusat Unggulan Pemenuhan Pangan dan Gizi (CoE-PPG) di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama Undana di Kupang.

Kupang - Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, NTT ditunjuk menjadi mitra strategis dalam upaya pengentasan masalah gizi di Indonesia melalui pendirian Pusat Unggulan Pemenuhan Pangan dan Gizi (CoE-PPG) di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Chief UNICEF Indonesia Mamadou Ndiaye di Kupang, Minggu (12/4), mengatakan Undana menjadi perguruan tinggi keempat yang dilibatkan dalam inisiatif tersebut setelah IPB University, Universitas Cenderawasih dan Universitas Brawijaya.

“Pusat ini akan mengintegrasikan empat fokus utama, yakni pengajaran dan pelatihan, penelitian dan inovasi, pengelolaan pengetahuan, serta pendekatan sistem terpadu,” katanya.

Keterlibatan Undana dinilai penting mengingat karakteristik wilayah NTT yang memiliki tantangan pangan lahan kering.

Kehadiran CoE-PPG diproyeksikan menjadi motor penggerak program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui penyediaan riset, advokasi kebijakan berbasis bukti, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia di wilayah timur Indonesia.

Wakil Rektor I Bidang Akademik Undana Prof  Annytha I. R. Detha, mengatakan pihaknya akan mengoptimalkan fasilitas teaching factory serta kepakaran lintas fakultas untuk mendukung program tersebut.

“Selain sektor kesehatan, Fakultas Pertanian, Peternakan, serta Ekonomi dan Bisnis disiapkan memperkuat rantai pasok pangan. “FKIP melalui Prodi PAUD juga akan dilibatkan untuk pendampingan gizi keluarga,” ujarnya.

Kepala LP2M Undana Prof Yoseph Seran Mau menambahkan Undana siap melakukan pendampingan pengolahan pangan berbasis sumber daya lokal seperti hasil ternak dan perikanan untuk dijadikan produk berstandar gizi.

Ia menyebut pada tahun ini pihaknya menargetkan pengabdian masyarakat di delapan kabupaten guna memperkuat ketahanan pangan keluarga.

Pakar Ekonomi Pertanian Undana Prof D Roy Nendissa menilai CoE-PPG perlu diarahkan sebagai pemicu pertumbuhan ekonomi daerah melalui penguatan rantai pasok pangan lokal.

Menurut dia, masyarakat NTT harus diberdayakan sebagai pemasok utama bahan pangan bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Kita perlu membangun ekosistem yang melibatkan pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan UMKM agar kebutuhan bahan baku program MBG tidak bergantung dari luar daerah,” katanya.

Melalui sinergi lintas sektor tersebut, CoE-PPG di Undana diharapkan menjadi katalisator dalam percepatan penurunan stunting serta mendorong terwujudnya generasi yang lebih sehat dan produktif di NTT.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gunung Anak Krakatau Terus Erupsi, Jakarta Kena Sebaran Abu Vulkanik
    Sangat mungkin terjadi erupsi yg lebih besar, kemarin ...
  • Ditentang AS, PBB Adopsi Resolusi 'Koreksi Peta Dunia', Benua Afrika Ternyata 14 Kali Lebih Besar!
    Indonesia lebih besar dari Eropa. Jarak antara Sabang ...
  • Sapi Aceh Dibawa ke Pulau Terluar, Aceh Besar Bidik Ketahanan Pangan
    Kenapa harus ke pulau aceh pengembangan plasma nutfah ...
  • Aturan Insentif Motor Listrik Masih Digodok, Pemerintah Siapkan Rancangan Perpres
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai urgensi payung hukum ...
  • Magang Nasional 2026 Tahap II Dibuka, Anak Muda Berebut Kesempatan Masuk Industri
    Kesenjangan kompetensi yang menjadi latar belakang program Magang ...
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar

Passing PSIM Harus Dibenahi Usai Menahan Persita

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Passing PSIM Harus Dibenahi...
Advertisement
Penutupan Sementara Operasional Penerbangan di Bandara Soetta Diperpanjang hingga Pukul 13.30 WIB

Penutupan Sementara Operasional Penerbangan di Bandara Soetta Diperpanjang hingga Pukul 13.30 WIB

06 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.