Kompleksitas Stadion-stadion Piala Dunia 2026: Dari Buatan ke Alami, NFL ke FIFA
📅 Jumat, 22 Mei 2026, 13:40 WIB | Oleh: OpikSorochan bukan orang sembarangan. Dia telah menggeluti penelitian rumput untuk lapangan olahraga sejak tahun 1993 kala masih menjadi mahasiswa di MSU. Risetnya terentang luas dari lapangan atletik sampai sepak bola.
Dalam artikel "We designed the turf for the World Cup. Here's how we created the same playing experience across three countries" yang dipublikasikan phys.org pada 20 April 2026, Sorochan dan tiga rekannya dari MSU John N Trey Rogers, Jackie Lyn A Guevara dan Ryan Bearss memaparkan bahwa mereka memakai tiga jenis rumput untuk Piala Dunia 2026. Rumput ini disesuaikan dengan iklim di stadion tersebut.
Untuk iklim yang hangat, mereka menggunakan rumput bermuda (Cynodon dactylon). Sementara di iklim yang lebih dingin, Sorochan dan kawan-kawan menggunakan campuran rumput kentucky bluegrass (Poa pratensis) dan perennial ryegrass (Lollium perenne).
"Kami memakai 84 persen kentucky bluegrass dan 16 persen perennial ryegrass. Setelah penanaman empat bulan, perpaduan itu lebih kuat dibandingkan hanya kentucky bluegrass," sebut mereka.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sorochan dan kawan-kawan melakukan berbagai inovasi terhadap rumput Piala Dunia 2026, termasuk memakai serat plastik untuk memperkokoh akarnya. Mereka pun menuntaskan serangkaian tes untuk memastikan kekerasan permukaan, kelancaran aliran dan pantulan bola serta ketahanan terhadap tekanan sepatu pesepak bola.
BBC menyebut, Sorochan dan kolega melakukan 170 kali percobaan agar rumput di stadion membuat pemain dapat mengeluarkan performa terbaik dan terhindar dari cedera.
Untuk perawatan, rumput-rumput tersebut memerlukan tempat terbuka dan sinar matahari yang cukup. Oleh sebab itu, pada empat stadion Piala Dunia 2026 yang berkubah yakni AT&T (Dallas), Mercedes-Benz (Atlanta), NRG (Houston) dan BC Place, dipasang dioda pemancar cahaya (Light Emitting Diode/LED) untuk menambal kekurangan cahaya matahari.
Sebaiknya Anda baca juga:
Meski begitu, kabarnya stadion-stadion NFL yang lapangannya sudah diubah menjadi rumput alami akan kembali ke artifisial setelah Piala Dunia 2026 tuntas.
Menurut The Athletic, kebijakan itu diambil karena lapangan dengan rumput buatan memungkinkan pemilik stadion untuk menggelar lebih banyak kegiatan non-olahraga.
NFL
Selain rumput, struktur stadion-stadion di yang awalnya untuk pertandingan american football NFL juga harus dirombak.
Perbedaan ukuran lapangan antara american football dan sepak bola menjadi satu faktor. Lapangan standar NFL adalah 109,75 meter x 48,8 meter, sementara lapangan sepak bola FIFA berukuran 105 meter x 68 meter.
Ukuran tersebut membuat tempat duduk stadion NFL lebih dekat ke lapangan. Demi membuatnya sesuai kelayakan FIFA, tribun yang menjorok ke lapangan itu harus dibongkar.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!