Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mendiktisaintek Soroti Pengelolaan Sampah, Pemilahan Jadi Kunci Utama.

📅 Rabu, 20 Mei 2026, 10:03 WIB | Oleh:
Mendiktisaintek Soroti Pengelolaan Sampah, Pemilahan Jadi Kunci Utama. Doc: Antara Foto
Ket. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto (kedua kanan) dalam Rapat Koordinasi Terbatas di Jakarta, Selasa (19/5)

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) terus mendukung upaya percepatan pengolahan sampah menjadi energi sebagai solusi strategis menghadapi darurat sampah nasional.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto dalam keterangan di Jakarta, Rabu, menuturkan bahwa pengelolaan sampah yang optimal harus dimulai dari pemilahan sejak sumbernya.

"Setiap jenis sampah membutuhkan pendekatan teknologi yang berbeda agar proses pengolahan dapat berjalan lebih efektif dan efisien. Teknologi pirolisis, misalnya, akan bekerja optimal pada sampah plastik dengan tingkat kemurnian tertentu, sementara teknologi lain lebih sesuai untuk sampah organik maupun residu," katanya.

Sebagai bagian dari solusi jangka panjang, Menteri Brian menyebut pihaknya bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Danantara juga terus mengembangkan desain teknologi dan rekayasa pengolahan sampah berbasis riset nasional.

Berbagai hasil penelitian yang telah memasuki tahap uji coba dan proven technology disiapkan untuk mendukung pengolahan sampah rumah tangga, industri, hingga limbah medis agar dapat memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus manfaat lingkungan.

"Pemerintah juga mendorong pengembangan sistem pengolahan sampah secara desentralisasi di tingkat kawasan dan distrik dengan kapasitas 10 hingga 100 ton per hari," ujarnya.

Untuk mendukung hal ini, Mendiktisaintek menyebut Jakarta dan Bandung direncanakan menjadi proyek percontohan penerapan model tersebut melalui penguatan sistem pemilahan dan pengolahan sampah berbasis wilayah. Pendekatan ini diyakini mampu meningkatkan efisiensi teknologi sekaligus mengurangi beban tempat pembuangan akhir (TPA).

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan langkah percepatan regulasi, perizinan, dan standardisasi produk hasil pengolahan sampah seperti bahan bakar minyak (BBM) terbarukan, refuse derived fuel (RDF), biomassa, dan biochar.

Sebelumnya, sejumlah pimpinan lembaga negara mengikuti Rapat Koordinasi Terbatas yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan pada Selasa (19/5).

Rapat tersebut menjadi tindak lanjut amanat Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025, khususnya Pasal 15 ayat 2 dan 3, mengenai percepatan implementasi pengolahan sampah menjadi energi.

Dalam forum tersebut, dibahas dua agenda utama, yakni percepatan pembangunan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi (PSEL) Listrik di 12 lokasi prioritas serta pengembangan teknologi pirolisis dan bioenergi untuk mengubah timbunan sampah menjadi bahan bakar terbarukan.

Langkah ini diharapkan mampu mempercepat pengurangan volume sampah sekaligus mendukung ketahanan energi nasional menuju target operasional pada tahun 2028.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Serius Ada Cadangan Beras 4,8 Juta Ton? Kok Beras Tetap Mahal

50 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Nasional
Serius Ada Cadangan Beras 4...

Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk Program Berani

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk...

Kasus Kapal Virgo, Empat Tersangka Ditetapkan

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kasus Kapal Virgo, Empat Te...
Advertisement
Impor Solar Indonesia Resmi Berhenti, Ternyata Ini Dampak Kebijakan B50

Impor Solar Indonesia Resmi Berhenti, Ternyata Ini Dampak Kebijakan B50

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.