Gugatan Elon Musk Ditolak, OpenAI Selangkah Lagi Menuju IPO Raksasa

Rabu, 20 Mei 2026, 04:00 WIB

Oakland, California - CEO OpenAI Sam Altman meraih kemenangan hukum atas Elon Musk di pengadilan federal Amerika Serikat (AS) pada Senin (18/5). Namun, kemenangan tersebut dibayangi kesaksian sejumlah mantan kolega yang berulang kali menyebut Altman tidak jujur saat memberikan keterangan di bawah sumpah.

Juri federal menolak gugatan Musk yang menuding OpenAI secara tidak sah diubah dari organisasi nirlaba menjadi perusahaan berorientasi profit. Pengadilan menilai Musk terlambat mengajukan gugatan, sehingga putusan tersebut dinilai sulit untuk diajukan banding.

Ket. Foto: Miliarder AS Elon Musk. — Sumber: Antara

Putusan itu sekaligus membuka jalan lebih mudah bagi OpenAI menuju penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO). Sebelumnya, gugatan Musk berpotensi membuat OpenAI menghadapi pembayaran hingga 150 miliar dolar AS atau sekitar Rp2.400 triliun serta mengganti jajaran pimpinan perusahaan.

Meski menang di pengadilan, citra Sam Altman dinilai tetap mendapat tekanan karena jalannya persidangan memunculkan berbagai pertanyaan soal kepemimpinannya di mata investor.

Pembunuhan Karakter

Selama persidangan, Altman menghadapi kesaksian dari mantan kolega dan saksi lain yang menggambarkannya sebagai pemimpin yang sulit dipercaya. Dalam pemeriksaan silang, pengacara Musk mengutip pernyataan delapan saksi, termasuk Musk, yang menyebut Altman pernah menyesatkan atau berbohong kepada pihak lain.

Altman membantah tudingan tersebut.

“Saya percaya bahwa saya adalah pebisnis yang jujur dan dapat dipercaya,” ujar Altman di persidangan.

Pengacara persidangan sekaligus spesialis AI, James Rubinowitz, menilai kemenangan ini menghilangkan ancaman hukum terbesar terhadap rencana IPO OpenAI.

“Namun, berbagai dokumen terkait tata kelola perusahaan kini menjadi catatan publik permanen. Investor institusi pasti akan melakukan analisis kredibilitas mereka sendiri terhadap Altman sebelum berinvestasi,” katanya.

Selama persidangan, tim hukum OpenAI menuding kubu Musk melakukan “pembunuhan karakter” terhadap Altman alih-alih membuktikan tuduhan utama mereka.

Salah satu pejabat OpenAI, Joshua Achiam, justru membela Altman dengan menyatakan bahwa dalam pengalamannya, Altman selalu bersikap jujur.

Musk sebelumnya menuduh pimpinan OpenAI melanggar kesepakatan awal untuk mempertahankan perusahaan sebagai organisasi nirlaba yang berfokus pada kepentingan kemanusiaan. Sebaliknya, OpenAI menilai Musk sebenarnya ingin menguasai perusahaan tersebut.

“Jika Anda tidak percaya pada Sam Altman, maka mereka tidak bisa menang,” kata pengacara Musk, Steven Molo, dalam argumen penutupnya.

Meski demikian, juri hanya membutuhkan waktu kurang dari dua jam untuk mencapai putusan yang berfokus pada waktu pengajuan gugatan Musk.

Persidangan ini kembali mengungkit berbagai kontroversi lama terkait kepemimpinan Altman. Pada 2023, dewan direksi OpenAI sempat memecat Altman karena meragukan kemampuannya memimpin perusahaan. Namun, kurang dari sepekan kemudian ia kembali menjabat setelah sebagian besar karyawan mengancam keluar dari perusahaan.

Selama persidangan, pengacara OpenAI juga menyoroti dukungan mayoritas karyawan terhadap kembalinya Altman sebagai CEO.

Sejumlah dokumen persidangan turut mengungkap bahwa Altman memiliki investasi miliaran dolar AS di berbagai perusahaan yang bekerja sama dengan OpenAI, sehingga memunculkan pertanyaan soal potensi konflik kepentingan.

Altman mengatakan dirinya biasanya mengundurkan diri dari pengambilan keputusan jika terdapat potensi konflik kepentingan dan menegaskan tidak pernah berniat menyesatkan pihak lain dalam bisnis.

Ketua OpenAI Bret Taylor, yang bergabung dengan dewan direksi setelah Altman kembali menjabat pada akhir 2023, menyatakan Altman terbuka terkait potensi konflik kepentingan tersebut.

Dokumen internal lain yang terungkap di persidangan juga menunjukkan kritik terhadap gaya kepemimpinan Altman. Dalam memo tahun 2022, mantan CTO OpenAI Mira Murati menyebut suasana kerja di bawah Altman sering dipenuhi kepanikan dan kekacauan.

“Kita bicara soal fokus, tetapi dalam praktiknya justru mencoba mengerjakan semuanya sekaligus dengan cepat,” tulis Murati dalam memo internal.

Dalam rekaman video kesaksian yang diputar di pengadilan, Murati juga sempat terdiam cukup lama saat ditanya apakah ia menganggap Altman jujur pada akhir 2023.

“Tidak selalu,” jawab Murati.

Sementara itu, salah satu pendiri OpenAI Ilya Sutskever mengaku telah mengumpulkan berbagai contoh kelemahan kepemimpinan Altman selama lebih dari setahun.

Analis Wedbush, Dan Ives, menilai OpenAI berhasil menghindari dampak terburuk dari gugatan tersebut. Ia menyebut putusan itu sebagai “kemenangan besar” bagi Altman dan OpenAI, meski tetap meninggalkan sejumlah luka terhadap citra kepemimpinan sang CEO.

  • Elon Musk

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Desentralisasi Hanya Berjalan Secara Administratif Tapi Lemah Secara Fiskal

Hati-hati, Pemerintah Jangan Terjebak Beban Cicilan Utang yang Beratkan APBN

Nyaris Tersingkir! Bimo/Arlya Selamatkan 4 Match Point Sebelum Buat Keajaiban di BWF World Championships 2026!

Pembangunan Jakarta Harus Perkuat Identitas

Timnas Putri U16 Lolos Semifinal Srikandi Merdeka Cup 2026 Usai Tekuk Hongkong 1-0

Flores Diguncang 2.403 Gempa Susulan, BMKG Ingatkan Warga Waspada

Xi: Warisan Jiang Zemin jadi Arah Perjalanan Baru Tiongkok yang Berkesinambungan

Flores Belum Aman! Ribuan Gempa Susulan Masih Beruntun Guncang NTT Usai Gempa M 7,7!

Ambisi Semikonduktor Nasional Terhalang Ekosistem Industri

DPR Dorong Relokasi Anggaran untuk Tangani Dampak Gempa NTT

Trump Ancam Bombardir Oman jika Ganggu Kesepakatan AS-Iran

Singapura dan Hong Kong Perkuat Ambisi Jadi Pusat Perdagangan Emas

Infantino Kehilangan Orang Kepercayaan Saat Tekanan di FIFA Meningkat

Serena dan Venus Williams Kembali Bertanding di Nomor Ganda, Kalah Dramatis di Cincinnati Open

Tiga Gunung Api Erupsi Malam Ini, Masyarakat Diminta Waspada

Perseteruan di Federasi Sepak Bola Asia Makin Panas, Presiden AFC Kecam Qatar

Unggulan Tumbang, Peluang Jonatan dan Alwi di Kejuaraan Dunia BWF 2026 Makin Terbuka

Liga Inggris Akan Publikasikan Evaluasi Independen Keputusan Wasit dan VAR Setiap Pekan

Mendekati Horor, The X-Files: I Want to Believe Dirilis Ulang dalam Director’s Cut R-Rated, Lebih Gelap dari Versi 2008

Desa-desa Hantu di Irak: ISIS Mengusir Warga, Kini Musuh Baru Mencegah Penduduk Pulang Kembali

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.