Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Belum Selesaikan Temuan Dana Desa, Dua Kades di Situbondo Terancam Diberhentikan Sementara

📅 Selasa, 19 Mei 2026, 02:25 WIB | Oleh:
Belum Selesaikan Temuan Dana Desa, Dua Kades di Situbondo Terancam Diberhentikan Sementara Doc: ANTARA/Novi Husdinariyanto
Ket. Kepala DPMD Situbondo, jawa Timur, Imam Darmaji, di Situbondo, Senin (18/5).

SITUBONDO - Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, menyatakan dua kepala desa bermasalah terancam diberhentikan sementara karena belum menyelesaikan temuan Inspektorat terkait dengan penggunaan dana desa tahun anggaran 2024.

"Dua kepala desa yang diusulkan pemberhentian sementara oleh camat ke bupati melalui kami (DPMD), yakni kepala Desa Jangkar (Kecamatan Jangkar) dan kepala Desa Rajekwesi (Kecamatan Kendit)," kata Kepala DPMD Kabupaten Situbondo Imam Darmaji di Situbondo, Senin.

Dia menjelaskan bahwa usulan pemberhentian sementara dua kepala desa itu dilakukan karena kepala desa tersebut tidak mengindahkan teguran lisan dan tertulis.

Menurut Imam, pemberhentian sementara kepala desa ini telah diatur dalam Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2016 Pasal 7 yang menyebutkan bahwa kepala desa yang tidak melaksanakan kewajiban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 dan Pasal 6 dapat dikenai sanksi administratif berupa teguran lisan maupun tertulis yang dilakukan camat atas nama bupati, dan jika tetap tidak ada penyelesaian, maka camat dapat mengusulkan pemberhentian sementara.

"Dalam perda itu dijelaskan bahwa desa yang tidak menyelesaikan temuan Inspektorat akan dilakukan pembinaan oleh camat melalui teguran lisan maupun tertulis, namun jika masih belum ada penyelesaian, maka camat mengusulkan pemberhentian sementara kepada bupati," kata dia.

Sebelumnya, lanjut dia, sudah ada kepala desa yang direkomendasikan pemberhentian sementara karena tidak menyelesaikan temuan Inspektorat terkait penggunaan dana desa, yakni Kepala Desa Kayuputih, Kecamatan Panji.

"Untuk dua kepala desa ini masih menunggu tanda tangan bupati, dan saat ini Pak Bupati masih dinas luar kota dan setelah kembali, bisa jadi rekomendasi pemberhentian sementara itu ditandatangani," kata Imam.

Ia menegaskan, pemberhentian sementara tidak lantas menghapus kasusnya, tetapi mereka harus bertanggung jawab, sebab jika tidak, maka harus berhadapan dengan hukum.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Olahraga
Leeds Siap Adang Kebangkita...
Advertisement
Trump Batalkan Siaran Langsung Eksekusi Mati Penembak Fort Hood Usai Ramai Kecaman

Trump Batalkan Siaran Langsung Eksekusi Mati Penembak Fort Hood Usai Ramai Kecaman

16 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.