- Home
-
- Megapolitan
-
- Ada Proyek MRT Stasiun Har...
Ada Proyek MRT Stasiun Harmoni, Cek Rekayasa Lalu Lintas Mulai 25 Mei 2026
Selasa, 19 Mei 2026, 15:55 WIBJAKARTA - PT MRT Jakarta (Perseroda) memastikan armada Transjakarta tetap menjadi prioritas selama penerapan rekayasa lalu lintas proyek MRT Jakarta Fase 2A CP202 di kawasan Harmoni, Jakarta Pusat. Pengaturan lalu lintas tersebut akan berlangsung mulai 25 Mei hingga 27 September 2026.
Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta (Perseroda) Ahmad Pratomo mengatakan bus Transjakarta yang menuju kawasan Kota akan diarahkan melalui Jalan Hayam Wuruk menggunakan jalur contra flow selama pekerjaan konstruksi berlangsung.
"Di simpang Harmoni, kendaraan yang akan menuju Kota, terutama bus Transjakarta akan diarahkan ke Jalan Hayam Wuruk melalui jalur contra flow," ujar Ahmad di Jakarta, Selasa.
Ia menjelaskan jalur contra flow tersebut hanya diberlakukan satu lajur khusus selama masa pengerjaan proyek. Sistem tersebut memungkinkan kendaraan memanfaatkan sebagian jalur dari arah berlawanan untuk membantu memperlancar arus lalu lintas di lokasi pekerjaan.
Menurut MRT Jakarta, skema contra flow kerap diterapkan pada ruas jalan dengan kepadatan tinggi atau saat terjadi lonjakan volume kendaraan. Namun, prioritas tetap diberikan kepada armada transportasi publik agar mobilitas masyarakat tidak terganggu selama proyek berjalan.
Sementara itu, kendaraan pribadi dari Jalan Majapahit, Jalan Suryopranoto, dan Jalan Ir. H. Juanda yang menuju arah Kota akan dialihkan melalui Jalan Gajah Mada. Pengalihan arus tersebut dilakukan untuk mendukung kelancaran pekerjaan konstruksi Stasiun Harmoni.
Pekerjaan yang dilakukan meliputi penggalian area proyek, pembangunan stasiun, pembangunan kanal underpass, hingga pengerjaan akses masuk atau entrance stasiun. MRT Jakarta memastikan arus kendaraan dari Jalan Hayam Wuruk menuju kawasan Monas tetap normal tanpa perubahan jalur.
Bersama kontraktor pelaksana Shimizu-Adhi Karya Joint Venture, MRT Jakarta juga menyiapkan berbagai fasilitas pendukung keselamatan seperti rambu lalu lintas, marka jalan, serta penerangan jalan umum di sekitar lokasi proyek.
MRT Jakarta mengimbau masyarakat untuk memperhatikan rambu-rambu lalu lintas dan mengikuti arahan petugas selama masa rekayasa lalu lintas berlangsung. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi kepadatan kendaraan di kawasan Harmoni dan sekitarnya.
Proyek MRT Jakarta Fase 2 membentang sepanjang sekitar 11,8 kilometer dari Bundaran HI hingga Ancol Barat. Jalur tersebut merupakan kelanjutan koridor utara-selatan MRT Jakarta Fase 1 yang telah beroperasi sejak 2019 dari Lebak Bulus hingga Bundaran HI.
Dengan beroperasinya Fase 2 nantinya, total panjang jalur MRT koridor utara-selatan akan mencapai sekitar 27,8 kilometer. Waktu tempuh perjalanan dari Stasiun Lebak Bulus hingga Stasiun Kota diperkirakan sekitar 45 menit.
- Transjakarta
- Rekayasa Lalu Lintas
- Jakarta Pusat
- Lalu Lintas Jakarta
- Transportasi Publik
- MRT Fase 2A
- MRT Jakarta
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Dorong Peran BUMD DKI Sebagai Pilar Ekonomi, Pemprov DKI Jakarta Selenggarakan BUMD Leaders Forum
-
Kemenperin Ekspor Perdana Olahan Kakao ke Prancis
-
Klasemen Liga Inggris: Arsenal Masih di Puncak, tapi City semakin Dekat
-
Tarif Transjabodetabek akan Naik, Berikut Rencana Dishub DKI
-
KAI Jadi Inspirasi Layanan Publik, Dinilai Mampu Bersaing dengan Standar Global
-
Dishub DKI Sebut Pembukaan Jalan Lenteng Agung Dilakukan Bertahap Imbas Jalan Amblas
-
Biar Tak Punah, Banyuwangi Terus Hidupkan Rasa Kuliner Khas Osing
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.