- Home
-
- Luar Negeri
-
- Tiongkok Uji Tembak Misil ...
Tiongkok Uji Tembak Misil Strategis di Samudra Pasifik
Selasa, 07 Jul 2026, 02:45 WIBBEIJING â Tiongkok pada pada Senin (6/7) mengumumkan bahwa sebuah kapal selamnya telah melakukan uji tembak misil strategis yang membawa hulu ledak tiruan ke Samudra Pasifik. Pernyataan Beijing itu segera menuai kecaman dari negara-negara di kawasan tersebut.
Tiongkok menunjukkan kekuatan militernya yang jarang terjadi ketika pada hari yang sama Australia dan Fiji menandatangani perjanjian pertahanan bersama yang bertujuan untuk memperkuat hubungan mereka saat Canberra berupaya mengungguli Beijing di Pasifik Selatan yang strategis.
New Zealand menggambarkan uji coba tersebut sebagai melibatkan misil balistik jarak jauh yang mampu membawa hulu ledak nuklir, tetapi Kementerian Pertahanan dan Kementerian Luar Negeri Tiongkok tidak mengkonfirmasi apakah misil balistik antarbenua (ICBM) telah digunakan.
Uji coba Senin tersebut terjadi dua tahun setelah Pasukan Roket elit Tiongkok menembakkan ICBM ke laut dekat Polinesia Prancis, peluncuran misil semacam itu pertama kalinya di perairan internasional dalam lebih dari 40 tahun.
Sebuah kapal selam nuklir meluncurkan misil strategis yang membawa hulu ledak dalam simulasi latihan pada pukul 12.01 siang waktu setempat, menurut pernyataan Angkatan Laut Tiongkok, seraya menambahkan bahwa misil tersebut telah mendarat dengan tepat di wilayah laut yang ditentukan.
Alex Luck, seorang analis angkatan laut yang fokus pada modernisasi militer Tiongkok, mengatakan kepada AFP bahwa misil tersebut mungkin adalah misil balistik canggih yang diluncurkan dari kapal selam, JL-3, varian jarak jauh dari JL-2 Tiongkok. Namun Luck mengatakan bahwa sama kemungkinannya misil JL-2 telah diuji dalam simulasi ini.
Misil JL-3 ini sempat dipamerkan pada parade militer di Beijing pada September lalu.
Juru bicara Angkatan Laut Wang Xuemeng mengatakan dalam pernyataannya di WeChat bahwa peluncuran uji coba tersebut adalah sebuah latihan rutin dari pelatihan militer tahunan Tiongkok dan negara-negara terkait telah diberitahu sebelumnya.
Menteri Luar Negeri New Zealand mengatakan peluncuran tersebut dilakukan dalam beberapa jam setelah negaranya diberitahu.
"Samudra Pasifik adalah samudra perdamaian dan kami sangat prihatin dengan uji coba senjata berkemampuan nuklir Tiongkok di Pasifik Selatan," kata Menteri Luar Negeri Winston Peters dalam sebuah pernyataan, seraya menambahkan bahwa peluncuran tersebut tidak sesuai dengan konsep stabilitas regional.
Australia juga menyebut peluncuran misil itu mengganggu stabilitas, sementara Jepang mengatakan telah menyampaikan keprihatinan serius atas meningkatnya aktivitas militer Tiongkok.
Menanggapi tentang reaksi tersebut, Kementerian Luar Negeri Tiongkok mengatakan dalam konferensi pers rutin pada Senin bahwa peluncuran misil tersebut tidak ditujukan kepada negara atau target tertentu.
"Operasi peluncuran terkait dilakukan dengan aman, secara standar, dan profesional. Diharapkan negara-negara terkait tidak akan menafsirkan hal ini secara berlebihan," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Mao Ning.
Peningkatan Pertahanan
Beijing diketahui telah meningkatkan pengembangan nuklirnya dan meningkatkan pengeluaran pertahanan dalam beberapa tahun terakhir.
Menurut Pentagon, Tiongkok memiliki lebih dari 500 hulu ledak nuklir operasional pada Mei 2023 dan kemungkinan akan memiliki lebih dari 1.000 pada tahun 2030.
Menlu Peters mengatakan setelah peluncuran tersebut bahwa New Zealand amat prihatin hal ini tampaknya menjadi pola yang berulang.
Kementerian Pertahanan New Zealand sebelumnya telah memperingatkan bahwa serangan Angkatan Laut Beijing dan uji coba misil balistik akan menjadi ciri terus-menerus di Pasifik, menurut dokumen internal yang diperoleh AFP bulan lalu.
"Armada kapal selam bertenaga nuklir Tiongkok selama beberapa tahun terakhir telah mengalami dorongan signifikan untuk modernisasi dan ekspansi," ucap Luck. "Sejalan dengan tren ini, kita harus mengharapkan peningkatan signifikan dalam uji coba misil dan frekuensi uji coba tersebut," mimbuh dia.
Sebelumnya negara-negara kepulauan Pasifik masih sangat terluka oleh uji coba nuklir yang dilakukan Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis di kawasan tersebut selama beberapa dekade setelah Perang Dunia II.
Tiongkok sendiri telah berupaya meningkatkan pengaruhnya di kawasan tersebut, dengan membangun infrastruktur seperti rumah sakit baru, jalan beraspal, dan stadion olahraga di pulau-pulau tersebut. AFP/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
Persib Tanpa Bojan Hodak saat Jumpa PSM dan Persijap, Ini Kata Para Pemain
-
Denmark Perkuat Militer di Greenland
-
Borneo Akhirnya Tumbang Juga
-
Citra Satelit Menunjukkan Myanmar Membangun Kapal Selam Serang Pertamanya Berdesain Kelas Sang O Korea Utara
-
Demi Kelancaran Ibadah, JCH Banten Jalani Pemeriksaan Kesehatan Ketat Sebelum Berangkat
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.