Bazar Blitar Djadoel 2026 Diharapkan Dongkrak Pariwisata dan Perputaran Ekonomi UMKM saat Libur Sekolah

Kamis, 09 Jul 2026, 02:00 WIB

Blitar - Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar, Jawa Timur, mengungkapkan kegiatan Bazar Blitar Djadoel 2026 yang berlangsung mulai 8 hingga 12 Juli 2026 di Alun-alun Kota Blitar, diharapkan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat dan sektor pariwisata daerah selama masa libur sekolah.

Wali Kota Blitar Muhammad Syauqul Muhibbin mengemukakan kegiatan itu memang diharapkan menjadi salah satu destinasi wisata unggulan yang mampu menarik kunjungan masyarakat dari dalam maupun luar daerah. Apalagi di Kota Blitar banyak dikenal berbagai wisata sejarah termasuk makam Presiden pertama RI Soekarno yang juga di Blitar.

Ket. Foto: Salah satu stand dalam kegiatan Bazar Blitar Djadoel 2026 di Kota Blitar, Jawa Timur, Rabu (8/7/2026). Acara yang digelar 8-12 Juli 2026 di Alun-alun Kota Blitar, itu diharapkan menggerakkan roda perekonomian masyarakat. — Sumber: Antara

"Karena ini musim liburan, kami mempromosikan Blitar Djadoel sebagai destinasi wisata. Blitar Djadoel ini lebih menampakkan kejadulannya. Tendanya menggunakan konsep tempo dulu. Ada suasana kerajaan, masa kolonial, pra kemerdekaan sampai pasca kemerdekaan. Jadi konsepnya lebih natural dibanding penyelenggaraan sebelumnya," katanya di Blitar, Rabu (8/7).

Menurut dia, meningkatnya kunjungan wisatawan selama pelaksanaan kegiatan juga diharapkan berdampak pada naiknya transaksi ekonomi masyarakat, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

Ia mengungkapkan penyelenggaraan tahun ini mengusung konsep yang lebih sederhana dibanding tahun sebelumnya sebagai bagian dari penyesuaian terhadap tata kelola pemerintahan yang lebih efektif dan efisien.

"Dari evaluasi tahun kemarin, akhirnya kita buat lebih sederhana karena mengikuti tata kelola pemerintahan yang baru, lebih efektif dan efisien," ujar dia.

Meski dikemas lebih sederhana, Pemerintah Kota Blitar tetap mempertahankan nuansa tempo dulu yang menjadi ciri khas Blitar Djadoel sebagai daya tarik utama bagi pengunjung.

Konsep tahun 2026 dibagi ke dalam empat zona sejarah, yakni Era Kerajaan pada 1300 hingga 1500 Masehi, Era Pra-Kemerdekaan pada 1600 hingga 1900, Era Perjuangan Kemerdekaan pada 1900 hingga 1945, serta Era Pasca-Kemerdekaan pada 1945 hingga 1970.

Setiap zona menghadirkan dekorasi dan suasana yang menggambarkan kehidupan masyarakat pada masing-masing periode sejarah tersebut sehingga diharapkan dapat memberikan pengalaman wisata edukatif bagi pengunjung.

"Konsep Blitar Djadoel kali ini lebih natural dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya," kata dia.

Pemerintah Kota Blitar berharap penyelenggaraan Bazar Blitar Djadoel 2026 dapat memperkuat posisi Kota Blitar sebagai tujuan wisata berbasis sejarah dan budaya sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

Sementara itu, Tenaga Ahli Menteri UMKM Hendri Budi Prasetyo yang juga hadir dalam acara tersebut menilai konsep yang diusung Pemerintah Kota Blitar ini bisa menjadi inspirasi bagi daerah lain.

"Bazar ini menjadi inspirasi bagi daerah lain. Di tengah situasi ekonomi saat ini, masyarakat memang membutuhkan perputaran ekonomi seperti ini. Kementerian sangat mendukung," ujar dia.

Lebih lanjut ia mengatakan dengan perpaduan pelestarian budaya, penguatan UMKM, hingga pengembangan destinasi wisata, kegiatan ini bisa menjadi ruang nostalgia serta menggerakkan ekonomi warga.

Acara tersebut diikuti ratusan UMKM dengan berbagai produknya. Ada juga beragam agenda budaya, hiburan, edukasi melibatkan anak-anak sekolah hingga umum.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.