Italian Open: Svitolina Juara, Sinner Tantang Ruud di Final Putra
📅 Minggu, 17 Mei 2026, 09:33 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraROMA - Elina Svitolina menunjukkan bahwa dirinya belum habis di panggung tenis dunia. Petenis Ukraina itu tampil luar biasa untuk merebut gelar Italian Open 2026 setelah menundukkan Coco Gauff dengan skor 6-4, 6-7 (3/7), 6-2 pada partai final di Foro Italico, Minggu (17/5) dini hari WIB.
Gelar tersebut menjadi trofi ketiga Svitolina di Roma sekaligus titel WTA 1000 pertamanya sejak terakhir kali berjaya di tempat yang sama delapan tahun lalu. Lebih dari itu, kemenangan tersebut mempertegas kebangkitan Svitolina menjelang bergulirnya Prancis Open akhir pekan depan.
Perjalanan menuju tangga juara dilalui dengan impresif. Svitolina sukses menyingkirkan tiga petenis elite dunia secara beruntun, yakni Iga Swiatek, Elena Rybakina, dan Gauff.
“Ini tentu memberi saya kepercayaan diri besar menuju Roland Garros,” ujar Svitolina.
“Saya bangga dengan usaha dan intensitas permainan yang mampu saya tunjukkan untuk mengalahkan pemain-pemain terbaik.”
Sebaiknya Anda baca juga:
Di sisi lain, kekalahan itu memperpanjang penantian petenis Amerika Serikat untuk kembali mengangkat trofi di Roma sejak terakhir kali dilakukan Serena Williams pada 2016.
Gauff sebenarnya sempat memberikan perlawanan sengit, terutama pada set kedua ketika ia mampu memenangi tie-break setelah duel panjang yang menghibur penonton. Namun, persoalan klasik dalam servis kembali menghantui permainan petenis berusia 22 tahun tersebut.
Pada set pertama, Gauff beberapa kali kehilangan momentum akibat double fault dan kesalahan sendiri. Ia bahkan membuat servis kedua yang meluncur ke sisi lapangan yang salah sebelum kembali melakukan double fault pada set point yang memberi keuntungan bagi Svitolina.
Sebaiknya Anda baca juga:
Rasa frustrasi sempat terlihat jelas ketika Gauff memukul kepalanya sendiri dengan raket sebelum berjalan menuju lorong pemain. Ia kemudian berdiskusi cukup emosional dengan pelatihnya, Jean-Christophe Faurel, sebelum kembali ke lapangan.
Meski mampu bangkit di set kedua, inkonsistensi tetap menjadi masalah utama Gauff pada set penentuan. Dua kali kehilangan servis membuat peluang merebut gelar pertamanya musim ini sirna.
“Saya merasa mengalami semua situasi yang mungkin terjadi sebelum Grand Slam,” kata Gauff.
“Saya pernah tertinggal, unggul lalu kehilangan keunggulan, hingga bermain di final. Semua pengalaman itu akan menjadi bekal penting menuju Roland Garros.”
Sementara itu, sektor putra menghadirkan dominasi Jannik Sinner yang memastikan tiket final setelah mengalahkan Daniil Medvedev 6-2, 5-7, 6-4.
Pertandingan semifinal tersebut sempat tertunda akibat hujan deras di Roma dan baru dilanjutkan Sabtu sore waktu setempat. Meski sempat mengalami masalah pada paha kanan dan muntah di tengah laga sehari sebelumnya, Sinner tetap mampu menjaga fokus untuk menyelesaikan pertandingan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!