Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

76 Indonesian Downhill 2026 Hadir Lebih Ekstrem dan Menantang

📅 Kamis, 14 Mei 2026, 17:47 WIB | Oleh:
76 Indonesian Downhill 2026 Hadir Lebih Ekstrem dan Menantang Doc: ANTARA/HO-IDH
Ket. Foto dokumentasi - Atlet Khoiful Mukhib saat beraksi dalam 76 Indonesian Downhill 2025.

JAKARTA - Kompetisi balap sepeda gunung paling bergengsi di tanah air, 76 Indonesian Downhill 2026, akan hadir dengan lintasan yang lebih ekstrem dan menantang guna meningkatkan kualitas rider Indonesia agar makin kompetitif di level internasional.

Ajang downhill yang musim ini bergulir dalam tiga seri itu membuka persaingan perdana di Bukit Hijau Bike Park, Bantul, Yogyakarta pada 22-24 Mei, sebelum berlanjut ke Ternadi Bike Park, Kudus, Jawa Tengah pada Agustus dan ditutup di Arjuno Bike Park, Pasuruan, Jawa Timur pada Oktober.

“Pencapaian prestasi atlet harus terus dibarengi dengan peningkatan ekosistem dan standar kualitas kompetisi. Karena itu musim ini kami melakukan sejumlah penyesuaian mulai dari pemilihan lokasi hingga tantangan yang makin ekstrem agar rider Indonesia bisa terus berkembang,” kata Agnes Wuisan dari 76 Rider dalam keterangan resmi diterima di Jakarta, Kamis (14/5).

Menurut Agnes, peningkatan kualitas kompetisi menjadi penting setelah atlet downhill Indonesia seperti Rendy Varera Sanjaya dan Riska Amelia mampu mencatat prestasi pada SEA Games Thailand 2025.

Salah satu perubahan signifikan musim ini terdapat pada karakter lintasan yang disebut lebih panjang, lebih curam, dan memiliki kecepatan rata-rata lebih tinggi dibanding musim sebelumnya.

Event Director 76 Indonesian Downhill Aditya Nugraha menjelaskan lintasan musim ini memiliki panjang minimal 1.600 meter, meningkat dibanding tahun lalu yang berada di kisaran 1.250 meter.

“Karakter lintasan sekarang lebih extreme dan menantang. Trek lebih curam, high speed, dan minim pedaling sehingga rider harus lebih berani mengambil risiko,” ujar Aditya.

Seri pembuka di Bukit Hijau Bike Park juga menjadi sorotan karena untuk pertama kalinya lokasi tersebut digunakan sebagai arena utama kompetisi, menggantikan Bukit Klangon yang sebelumnya identik dengan trek lereng Gunung Merapi.

Menurut Aditya, Bukit Hijau dipilih karena memiliki karakter tanah kering berkerikil, obstacle alami, dan kontur curam yang dinilai lebih mendekati karakter lintasan internasional.

“Bukit Hijau punya lintasan sekitar 1.650 meter dengan karakter lebih curam dan teknikal. Ada batuan karang purba di sepanjang jalur yang membuat sensasi balapnya berbeda,” katanya.

Perubahan teknikal itu mendapat respons positif dari rider elite nasional. Downhiller Team 76 Rider DH Squad Mohammad Abdul Hakim menganggap trek yang lebih ekstrem dapat membantu rider Indonesia lebih siap menghadapi kompetisi di Asia maupun Eropa.

Atlet yang akrab disapa Jambol itu mengaku sudah menjalani persiapan fisik dan teknis sejak jauh hari menjelang seri pembuka di Yogyakarta.

“Dengan trek yang lebih curam dan minim pedaling, rider Indonesia bisa lebih siap menghadapi persaingan internasional. Kendala rider Indonesia saat tampil di Eropa biasanya karena belum terbiasa dengan trek ekstrem,” ujarnya.

Ia mengatakan persaingan kelas Men Elite musim ini juga akan semakin ketat dengan hadirnya banyak rider muda agresif, termasuk juara umum musim lalu Pandu Satrio.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Jakarta Terus Berupaya Meng...
Olahraga
Gol Kevin Diks Melecut Sema...
Advertisement
FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti

FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti

01 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.