- Home
-
- Luar Negeri
-
- PM Tiongkok Rangkul CEO Ra...
PM Tiongkok Rangkul CEO Raksasa AS
Jumat, 15 Mei 2026, 00:40 WIBHubungan Bilateral
Beijing - Perdana Menteri Tiongkok Li Qiang bertemu dengan para pemimpin perusahaan asal Amerika Serikat (AS) yang mendampingi kunjungan Presiden AS Donald Trump.
âEkonomi Tiongkok yang stabil dan terus berkembang akan menyediakan lebih banyak peluang bagi perusahaan dari berbagai negara, termasuk perusahaan-perusahaan Amerika Serikat,â kata PM Li di Balai Besar Rakyat, Beijing, Kamis seperti termuat dalam laman Kementerian Luar Negeri Tiongkok.
Dikutip dari Antara, Hadir dalam pertemuan tersebut Tim Cook (CEO Apple), Dina Powell McCormick (Presiden dan Wakil Ketua Meta), Jensen Huang (CEO NVidia), Brian Sikes (CEO Cargill), Elon Musk (CEO Tesla), Kelly Ortberg (CEO Boeing), Jane Fraser (CEO Citigroup), David Solomon (CEO Goldman Sachs), Larry Culp (CEO GE Aerospace), Cristiano Amon (CEO Qualcomm).
Kemudian Ryan McInerney (CEO Visa), Sanjay Mehrotra (CEO Micron Technology), Michael Miebach (CEO Mastercard), Larry Fink (CEO dan salah satu pendiri BlackRock), Stephen Schwarzman (CEO dan salah satu pendiri Blackstone), Jim A nderson (CEO Coherent), Jacob Thaysen (CEO Illumina), dan pimpinan Bursa Efek New York.
Di tengah meningkatnya ketidakstabilan dan ketidakpastian dalam situasi internasional saat ini, PM Li mengatakan menjaga dialog dan komunikasi yang terus terang serta lancar antara Tiongkok dan AS tidak hanya memiliki arti penting bagi kedua negara, tetapi juga akan menyuntikkan kepastian dan energi positif bagi perdamaian dan pembangunan dunia.
âTiongkok bersedia bekerja bersama AS untuk melaksanakan konsensus penting yang dicapai kedua kepala negara, berupaya meraih lebih banyak hasil positif, saling mendukung keberhasilan satu sama lain, bersama-sama mendorong kesejahteraan, serta memberikan manfaat yang lebih nyata bagi rakyat kedua negara dan masyarakat dunia,â tambah PM Li.
PM Li menegaskan bahwa di dunia saat ini yang diliputi perubahan dan kekacauan, stabilitas menjadi semakin berharga dan perlu dijaga bersama oleh semua pihak.
âHubungan ekonomi dan perdagangan Tiongkok-A S yang stabil dan dapat diprediksi sesuai dengan kepentingan kedua negara dan dunia.
Kerja sama ekonomi dan perdagangan Tiongkok- AS memiliki skala yang besar, dengan keterhubungan pasar dan industri yang luas,â ungkap dia.
Penguatan kerja sama kedua pihak tidak hanya dapat mendorong keuntungan bersama dan hasil yang saling menguntungkan, tetapi juga bermanfaat bagi pertumbuhan ekonomi global.
âSebagai dua kekuatan ekonomi terbesar di dunia, Tiongkok dan AS seharusnya bergerak saling mendekat, memimpin dalam mendorong keterbukaan dan kerja sama, menangani serta mengelola perbedaan dengan baik, menjaga hubungan ekonomi dan perdagangan kedua negara, serta menjadi kekuatan yang stabil dan konstruktif bagi dunia,â tambah PM Li.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Eko S, Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Lidah Warga Tiongkok Mulai Jatuh Hati pada Makanan Olahan RI
-
AI Anthropic Diklaim Tembus Hampir Semua Sistem Rahasia NSA dalam Hitungan Jam, Pemerintah AS Langsung Bertindak
-
Amerika Serikat dan Vietnam Bersatu, Dominasi Tiongkok di Industri Chip Terancam Runtuh
-
Tiongkok Gelar "Operasi Khusus" di Dekat Taiwan, Terusik dengan Pertemuan Jepang-Filipina
-
AS Cabut Larangan, Rajungan Gillnet RI Bebas Masuk Pasar AS Lagi
-
AS dan Iran Tandatangani MoU, Lalu Lintas Selat Hormuz Dibuka
-
Trump dan Xi Jinping Sepakat Selat Hormuz Tetap Terbuka Tanpa Pungutan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.