Kalbar Siapkan Temajuk Jadi Gerbang Wisata Perbatasan yang Mendunia

Minggu, 14 Jun 2026, 19:15 WIB

PONTIANAK – Menarik kunjungan wisatawan mancanegara menjadi salah satu strategi penting untuk meningkatkan devisa sekaligus memperkuat posisi Indonesia di pasar pariwisata global.

Keberhasilan menarik wisatawan asing tidak hanya ditentukan oleh daya tarik destinasi, tetapi juga oleh kualitas infrastruktur, kemudahan akses, konektivitas transportasi, keamanan, serta efektivitas promosi di pasar internasional.

Ket. Foto: Kawasan Pantai Temajuk, Kabupaten Sambas, Kalbar sebagai destinasi wisata unggulan sekaligus gerbang wisata perbatasan. — Sumber: ANTARA/HO-Prokopim Kalbar.

Di tengah persaingan antarnegara yang semakin ketat, pengembangan produk wisata yang unik dan autentik menjadi faktor pembeda yang dapat meningkatkan minat kunjungan.

Peningkatan jumlah wisatawan mancanegara pada akhirnya akan memberikan efek berganda bagi perekonomian melalui pertumbuhan sektor perhotelan, transportasi, kuliner, ekonomi kreatif, dan usaha masyarakat di sekitar destinasi wisata.

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan mendorong percepatan pengembangan kawasan Pantai Temajuk, Kabupaten Sambas, sebagai destinasi wisata unggulan sekaligus gerbang wisata perbatasan yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat dan menarik kunjungan wisatawan mancanegara.

"Kunjungan ini kita fokuskan untuk melihat langsung kondisi Pantai Temajuk sekaligus mengidentifikasi kebutuhan infrastruktur yang diperlukan agar kawasan ini dapat berkembang menjadi destinasi wisata unggulan yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat," kata Norsan di Temajuk, Sambas, Minggu (14/6).

Ia mengatakan Pantai Temajuk dikenal sebagai salah satu destinasi wisata unggulan Kalimantan Barat yang memiliki garis pantai sekitar 60 kilometer dengan panorama alam yang masih asri. Selain memiliki daya tarik wisata bahari, kawasan tersebut juga memiliki posisi strategis karena berada di wilayah perbatasan Indonesia dan Malaysia.

Menurut Norsan, potensi wisata yang dimiliki Temajuk tidak kalah dengan berbagai destinasi wisata nasional lainnya. Namun, untuk meningkatkan daya saing kawasan tersebut diperlukan dukungan infrastruktur yang memadai, terutama akses jalan, fasilitas pendukung wisata, jaringan telekomunikasi, serta pasokan listrik yang stabil.

"Temajuk adalah salah satu permata wisata Kalimantan Barat. Keindahan alamnya sangat luar biasa. Karena itu, pembangunan akses jalan serta fasilitas pendukung lainnya harus terus kita dorong agar wisatawan semakin mudah dan nyaman berkunjung ke sini," ujar dia.

Ia menilai peningkatan kualitas infrastruktur akan memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan sektor pariwisata sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pengelola homestay, serta sektor jasa wisata lainnya.

Selain aspek infrastruktur, Norsan menekankan pentingnya pembangunan pariwisata yang tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan dan pelestarian lingkungan.

Menurut dia, kawasan Paloh memiliki nilai ekologis tinggi karena menjadi salah satu habitat penyu yang dilindungi dan memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi ekowisata.

"Kita ingin pembangunan pariwisata di Temajuk berjalan seiring dengan upaya pelestarian lingkungan. Konsep ekowisata harus menjadi landasan utama agar manfaat ekonomi dapat dirasakan masyarakat tanpa mengorbankan kelestarian alam yang menjadi daya tarik utamanya," katanya.

Untuk mendukung pengembangan wisata berkelanjutan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mendorong peningkatan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan homestay sesuai standar Sapta Pesona, pengembangan kuliner lokal yang higienis dan berdaya saing, serta penguatan atraksi wisata berbasis alam dan budaya.

Norsan juga membuka peluang investasi di sektor pariwisata dengan tetap mengedepankan kepentingan masyarakat lokal dan perlindungan lingkungan.

"Kita harus mendorong kolaborasi seluruh pihak agar Temajuk memiliki paket wisata yang lengkap, mulai dari wisata pantai, konservasi penyu, hingga wisata budaya perbatasan. Investor yang masuk juga harus berkomitmen menjaga lingkungan dan melibatkan masyarakat lokal dalam pengembangannya," ujar dia.

Menurut dia, posisi geografis Temajuk yang berbatasan langsung dengan Telok Melano, Sarawak, menjadi keunggulan tersendiri yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dari Malaysia, Brunei Darussalam, maupun negara lainnya.

Keberadaan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) dan rencana penguatan konektivitas kawasan perbatasan dinilai akan memperbesar peluang Temajuk berkembang menjadi salah satu pintu masuk wisata internasional di Kalimantan Barat.

"Kita harus siap menyambut wisatawan dari negara tetangga. Ketika mereka memasuki wilayah Indonesia melalui Temajuk, yang mereka lihat harus mencerminkan wajah terbaik bangsa ini, mulai dari infrastruktur yang baik, lingkungan yang bersih, hingga keramahan masyarakatnya," kata Norsan.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga berdialog dengan masyarakat, pelaku usaha wisata, dan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) guna menyerap berbagai aspirasi terkait pengembangan kawasan wisata dan peningkatan kesejahteraan masyarakat perbatasan.

"Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berharap pengembangan Temajuk dapat menjadi model pembangunan kawasan wisata perbatasan yang tidak hanya meningkatkan kunjungan wisatawan, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja, memperkuat ekonomi lokal, serta menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan," kata Norsan.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.