Mencuri Perhatian Elon Musk, Kisah Gadis Desa Miskin yang Menjadi Pengusaha Terkaya di Tiongkok
📅 Jumat, 15 Mei 2026, 22:34 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Istimewa
BEIJING - Pada jamuan makan malam kunjungan delegasi bisnis Presiden Amerika Serikat ke Tiongkok, sosok yang mencuri perhatian di deretan meja utama antara Elon Musk dan Tim Cook adalah pendiri Lansi Technology, Zhou Qunfei, seorang gadis desa yang kini telah menjadi wanita terkaya di Tiongkok
Dilansir South China Morning Post, kisah Zhou Qunfei yang berawal dari kemiskinan hingga menjadi pengusaha sukses di sebuah desa terpencil di Tiongkok tengah telah menjadi inspirasi bagi banyak pekerja migran di seluruh negeri.
Pendiri perusahaan pembuat layar sentuh Lens Technology yang berusia 56 tahun ini diperkirakan memiliki kekayaan bersih sebesar 110 miliar yuan (16 miliar dolar AS).
Ia meraih peringkat kedua dalam Daftar Peringkat Pengusaha Wanita Hurun 2025 yang diterbitkan oleh Institut Hurun.
Zhou pertama kali muncul menarik perhatian di Tiongkok pada tahun 2015 sebagai wanita terkaya di negara itu ketika perusahaannya terdaftar di bursa saham Shenzhen, sementara kekayaannya mencapai 50 miliar yuan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Lahir di sebuah desa di Xiangxiang, provinsi Hunan, pada tahun 1970, ibu Zhou meninggal ketika ia berusia lima tahun dan ayahnya menderita buta sebagian serta kehilangan satu jari dalam kecelakaan industri.
Saat masih kecil, Zhou harus menanam sayuran, memelihara babi, dan mengumpulkan sampah plastik untuk mencari uang bagi keluarganya. Ia terpaksa putus sekolah dua tahun setelah memasuki sekolah menengah.
Pada usia 15 tahun, Zhou pergi ke Shenzhen di provinsi Guangdong selatan untuk mencari pekerjaan.
Awalnya ia bekerja sebagai petugas keamanan di lokasi konstruksi, kemudian sebagai pekerja jalur perakitan di pabrik kaca. Setelah itu, Zhou menggunakan seluruh waktu luangnya untuk belajar akuntansi dan komputer secara otodidak.
Ia segera dipromosikan menjadi manajer bengkelnya dan kemudian menjadi manajer seluruh pabrik. Dan pada tahun 1993, Zhou memulai bisnisnya sendiri bersama enam kerabat dengan menyewa sebuah flat tiga kamar tidur. Awalnya mereka berkecimpung dalam bidang sablon sebelum beralih ke pembuatan kaca jam tangan.
Kemudian Zhou dan seorang rekannya mendirikan Lens Technology di Shenzhen pada tahun 2003 untuk fokus pada layar kaca ponsel. Rekannya kemudian mengundurkan diri, meninggalkan perusahaan di ambang kebangkrutan.
Pada tahun 2004, Motorola, perusahaan telepon seluler raksasa saat itu, meminta Zhou apakah perusahaannya dapat menyediakan jenis kaca yang tidak akan pecah saat jatuh dari ketinggian satu meter.
Pada saat itu, tidak ada pembuat kaca di dunia yang mampu melakukan hal itu.
Akhirnya Zhou memenangkan kesepakatan Motorola setelah dia dan timnya melakukan riset tanpa henti selama berbulan-bulan dan membuat terobosan dalam teknologi tersebut.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!