319 Kasus HIV Ditemukan di Sumsel hingga April 2026, Paling Tinggi di Palembang
📅 Jumat, 15 Mei 2026, 11:25 WIB | Oleh: Lili LestariPALEMBANG - Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menemukan sebanyak 319 kasus HIV di wilayah itu hingga April 2026.
Pengelola Program HIV/AIDS Dinkes Sumsel Irma Tiara Rizki di Palembang, Jumat (15/5), mengatakan Kota Palembang masih menjadi daerah dengan jumlah kasus tertinggi dibandingkan kabupaten dan kota lainnya di Sumatera Selatan.
“Untuk Maret-April 2026, tidak ada peningkatan signifikan. Namun, untuk yang paling tinggi masih sama di Kota Palembang sebagai ibu kota provinsi,” katanya.
Ia menjelaskan mayoritas kasus HIV yang ditemukan hingga saat ini masih didominasi kelompok usia dewasa.
Pemeriksaan HIV umumnya dilakukan terhadap masyarakat yang merasa memiliki risiko, sehingga kelompok dewasa masih mendominasi temuan kasus baru.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Rata-rata yang diperiksa adalah orang-orang yang merasa berisiko. Sejauh ini kasus baru masih didominasi usia dewasa,” ujarnya.
Dinkes Sumsel terus menggencarkan program mobile clinic atau layanan pemeriksaan keliling di sejumlah daerah, seperti Palembang, Banyuasin, Prabumulih, dan Ogan Komering Ilir (OKI).
Program tersebut dilakukan untuk memperluas jangkauan skrining HIV kepada kelompok rentan dan populasi kunci. Dalam pelaksanaannya masih terdapat tantangan di lapangan, karena tidak semua masyarakat bersedia menjalani tes HIV.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Respons dari populasi kunci menerima, karena sebelumnya sudah ada pendekatan dan dibantu kawan komunitas. Tetapi, ada juga yang menolak tidak mau dites, hanya mau penyuluhan saja,” ujarnya.
Selain pemeriksaan lapangan, Dinkes Sumsel juga terus memberikan edukasi ke sekolah-sekolah guna meningkatkan pemahaman pelajar terkait pencegahan HIV sejak dini.
Namun, para pelajar kini mulai memahami bahaya seks bebas serta informasi yang benar mengenai cara penularan HIV.
“Anak sekolah, mereka tahu akan bahaya seks bebas dan informasi yang tepat terkait penularan HIV sebagai langkah pencegahan sejak dini,” kata Irma.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!