Dari Cermin Cembung Jadi Ladang Cuan, Kreativitas Pemuda Sampit Curi Perhatian
📅 Kamis, 14 Mei 2026, 17:35 WIB | Oleh: Tim PenulisJakaria juga mengungkapkan usaha itu saat ini masih menjadi pekerjaan sampingan karena dirinya tetap memprioritaskan pekerjaan utama di sebuah pusat perbelanjaan di Sampit.
Sistem kerja bergilir atau shift di pusat perbelanjaan memberinya kesempatan untuk menjalankan usaha tersebut di luar jam kerja.
Ia juga membeberkan, modal awal usaha tersebut tidak terlalu besar, yakni sekitar Rp400 ribu lebih. Dana itu digunakan untuk membeli cermin cembung secara daring dengan harga sekitar Rp200 ribu, sementara kebutuhan lain seperti pilox, cetak stiker, dan tiang penyangga dibeli di Sampit.
Fenomena ini memperlihatkan perkembangan media sosial tidak selalu berdampak negatif apabila dimanfaatkan secara bijak dan produktif.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tren yang muncul di platform digital dapat menjadi peluang usaha kreatif bagi generasi muda, selama digunakan untuk kegiatan positif dan tidak sekadar mengejar sensasi semata.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!